Jakarta, 14 Agustus 2025 – Efisiensi sistem transportasi terintegrasi yang dibangun PT Kereta Api Indonesia (Persero) terbukti mampu mendukung mobilitas berbagai moda melalui keberhasilan menyuplai 60.048 ton avtur dan melayani 1.620.339 penumpang KA Bandara YIA sepanjang Januari-Juli 2025. Model efisiensi ini menunjukkan bagaimana satu perusahaan transportasi dapat berperan dalam dua aspek vital industri penerbangan, yaitu sebagai penyedia logistik bahan bakar dan operator transportasi penumpang yang terintegrasi langsung dengan bandara. Pendekatan menyeluruh ini menciptakan ekosistem transportasi yang saling mendukung dan memperkuat daya saing industri penerbangan nasional.
Sistem efisiensi yang diterapkan KAI dalam distribusi avtur mengandalkan jadwal pengiriman yang teratur dan terukur, dengan satu rangkaian kereta khusus yang beroperasi setiap dua hari sekali untuk memastikan kontinuitas pasokan. Efisiensi ini tidak hanya terukur dari aspek waktu dan biaya, tetapi juga dari tingkat keamanan dan keandalan yang tinggi dalam mengangkut bahan bakar yang tergolong material berbahaya. Sistem pelacakan dan pemantauan yang canggih memungkinkan penglihatan waktu nyata atas setiap pengiriman, memastikan koordinasi yang sempurna antara KAI, operator bandara, dan maskapai penerbangan.
Indikator efisiensi yang paling nyata terlihat dari tren pertumbuhan yang konsisten, dimana volume avtur yang disuplai meningkat 10,09% dari 54.543 ton pada Januari-Juli 2024 menjadi 60.048 ton pada periode yang sama tahun 2025. Efisiensi operasional ini sejalan dengan peningkatan jumlah penumpang KA Bandara yang naik dari 1.560.136 menjadi 1.620.339 orang, menunjukkan bahwa efisiensi dalam satu sektor dapat menciptakan efek domino positif pada sektor lainnya dalam ekosistem transportasi yang terintegrasi.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menekankan filosofi efisiensi yang diterapkan perusahaan. “Dengan moda kereta api, distribusi bahan bakar menjadi lebih aman, efisien, dan tepat waktu untuk mendukung operasional bandara,” ungkapnya dengan meyakinkan, sambil menjelaskan bahwa efisiensi transportasi yang diciptakan KAI tidak hanya menguntungkan perusahaan tetapi juga memberikan dampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari maskapai, penumpang, hingga pelaku usaha dan UMKM yang mendapat manfaat dari meningkatnya mobilitas dan aksesibilitas transportasi di kawasan Yogyakarta.
(Redaksi)

