Jakarta, 2 Desember 2025 – Desain Balai Yasa Surabaya Gubeng pada Kereta Petani dan Pedagang yang beroperasi di Commuter Line Merak mengutamakan mobilitas aman dan tertib bagi penumpang maupun barang. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menugaskan unit perawatan dan modifikasi sarana tersebut untuk menata ulang interior, area bagasi, dan sistem pendukung perjalanan. Hasilnya, kereta memiliki konfigurasi tempat duduk dan ruang bagasi yang memungkinkan pengangkutan olahan makanan, hasil pertanian, dan kerajinan tanpa mengganggu alur penumpang. Selain itu, akses naik-turun di sejumlah stasiun juga disesuaikan untuk memudahkan proses bongkar muat.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menuturkan, fokus Balai Yasa Surabaya Gubeng adalah menyelaraskan fungsi teknis dan operasional dengan kebutuhan pengguna. “Kereta ini dirancang oleh tenaga ahli kami di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Setiap detail disiapkan agar perjalanan aman, nyaman, dan tetap tertata, sehingga petani dan pedagang dapat memasarkan produk dengan lebih mudah,” jelas Anne. Pemasangan signage keselamatan menjadi bagian dari desain tersebut, membantu pengguna memahami aturan penempatan barang dan prosedur keselamatan selama di dalam kereta.
Kereta Petani dan Pedagang memiliki 73 kursi dan area bagasi yang membatasi pengguna membawa maksimal dua koli berukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm. Seluruh sarana kereta telah melalui proses uji teknis dan sertifikasi sebelum dioperasikan, memastikan kualitas dan keandalannya dalam melayani mobilitas barang dan penumpang. Desain interior juga mempertimbangkan ruang gerak yang cukup agar penumpang dapat bergerak dengan aman meskipun terdapat barang dagangan di dalam gerbong.
Layanan ini dirangkaikan pada 14 perjalanan Commuter Line Merak setiap hari dan melayani 11 stasiun dari Rangkasbitung hingga Merak. Pada hari pertama operasional, 95 pengguna memanfaatkan kereta ini untuk mengangkut barang dagangan ke pasar-pasar di Serang dan Cilegon, sementara penumpang umum tetap terlayani di gerbong reguler. Anne menegaskan, desain mobilitas aman dan tertib yang diusung Balai Yasa Surabaya Gubeng menjadi fondasi penting bagi keberhasilan operasional Kereta Petani dan Pedagang sebagai sarana pendukung ekonomi rakyat.
(Redaksi)

