25 Mei 2026 – Juventus harus menutup musim Liga Italia 2025/2026 dengan kekecewaan besar. Harapan untuk mengamankan tempat di Liga Champions musim depan akhirnya sirna setelah Bianconeri hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan rival sekota Torino dalam laga Derby della Mole di pekan terakhir Serie A. Hasil tersebut membuat Juventus gagal menembus empat besar dan harus puas tampil di Liga Europa musim depan.

Pertandingan yang berlangsung di Olimpico Grande Torino sejak awal memang sudah dipenuhi atmosfer panas. Derby Turin selalu menghadirkan rivalitas tinggi, tetapi kali ini tensinya bahkan terasa sebelum laga dimulai.

Kick off pertandingan sempat mengalami penundaan selama satu jam akibat kerusuhan suporter di sekitar stadion. Situasi tersebut sempat memunculkan kekhawatiran terkait kelangsungan pertandingan. Namun setelah kondisi dinyatakan kondusif, duel akhirnya tetap digelar di hadapan ribuan pendukung yang memenuhi stadion.

Ketika pertandingan dimulai, tensi tinggi langsung terasa di atas lapangan. Kedua tim bermain dengan intensitas tinggi, tidak hanya karena rivalitas panjang yang menyelimuti Derby della Mole, tetapi juga karena Juventus datang membawa misi penting untuk menjaga peluang tampil di Liga Champions.

Juventus tampil lebih agresif sejak awal laga. Mereka mencoba menguasai jalannya pertandingan melalui serangan cepat dan penguasaan bola.

Upaya tim tamu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-24.

Gol pembuka lahir melalui kerja sama apik di lini serang. Khephren Thuram berhasil mengirimkan umpan matang ke arah Dusan Vlahovic. Meski berada di bawah tekanan sejumlah pemain bertahan Torino, penyerang asal Serbia tersebut tetap mampu menjaga keseimbangan dan melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti.

Bola meluncur masuk ke gawang yang dikawal Alberto Paleari dan membawa Juventus unggul 1-0.

Gol tersebut membuat Bianconeri semakin percaya diri. Torino sempat mencoba merespons, tetapi lini pertahanan Juventus tampil cukup solid dalam mengamankan keunggulan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Juventus kembali menunjukkan efektivitas permainan mereka.

Pada menit ke-54, Bianconeri berhasil menggandakan keunggulan melalui skema serangan balik cepat. Francisco Conceicao mengirimkan umpan akurat yang disambut Dusan Vlahovic dengan penyelesaian dingin.

Striker Juventus itu melepaskan tendangan mendatar ke sudut kiri gawang dan kembali menaklukkan Alberto Paleari. Gol kedua tersebut membuat Juventus berada dalam posisi sangat menguntungkan.

Keunggulan dua gol sempat membuat pendukung Juventus optimistis tim mereka akan membawa pulang tiga poin penting.

Namun Torino menolak menyerah di hadapan publik sendiri.

Hanya enam menit setelah gol kedua Juventus, tuan rumah berhasil memperkecil ketertinggalan melalui situasi bola mati.

Rafa Obrador mengirimkan sepak pojok ke dalam kotak penalti dan disambut Cesare Casadei dengan sundulan tajam. Bola mengarah ke sudut kanan gawang tanpa mampu dihentikan Mattia Perin.

Gol tersebut menghidupkan kembali semangat Torino. Dukungan dari tribun stadion semakin membuat tim tuan rumah tampil berani menekan pertahanan Juventus.

Memasuki menit-menit akhir, tekanan Torino semakin intens.

Puncak drama terjadi pada menit ke-84 ketika Torino kembali mendapatkan peluang melalui skema sepak pojok.

Awalnya Mattia Perin masih mampu melakukan penyelamatan atas sundulan Casadei. Namun bola liar jatuh tepat di depan Che Adams.

Tanpa membuang kesempatan, Adams langsung melepaskan tembakan ke sudut kiri gawang Juventus yang membuat skor berubah menjadi 2-2.

Gol tersebut memicu ledakan kegembiraan pendukung Torino dan menjadi pukulan telak bagi Juventus yang sebelumnya sudah berada di ambang kemenangan.

Di sisa waktu pertandingan, Juventus berusaha mencari gol tambahan demi menjaga harapan mereka. Namun pertahanan Torino mampu bertahan dengan baik hingga peluit panjang dibunyikan.

Skor imbang 2-2 akhirnya menutup laga penuh drama tersebut.

Hasil itu memastikan Juventus mengakhiri musim di posisi keenam klasemen Serie A dengan koleksi 69 poin. Posisi tersebut membuat Bianconeri gagal meraih tiket Liga Champions dan harus puas tampil di Liga Europa musim depan.

Kegagalan ini tentu menjadi catatan mengecewakan bagi klub yang memiliki tradisi besar di kompetisi Eropa. Setelah menjalani musim yang dipenuhi pasang surut performa, Juventus akhirnya harus membayar mahal kehilangan poin pada momen-momen krusial.

Sementara itu, Torino menutup musim dengan hasil positif dan finis di peringkat ke-12 klasemen dengan raihan 45 poin.

Derby della Mole kali ini pun menjadi gambaran sempurna tentang rivalitas sepak bola Italia. Juventus sempat berada di atas angin, tetapi Torino memperlihatkan semangat juang luar biasa hingga mampu bangkit dan menggagalkan ambisi rival sekotanya di laga penutup musim. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *