18 April 2026 – Atmosfer panas Derby Suramadu kembali menghadirkan drama di ajang Super League Indonesia. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora Bung Tomo, Persebaya Surabaya harus menerima kenyataan pahit setelah takluk 1-2 dari rival regionalnya, Madura United.
Pertandingan baru berjalan sebelas menit ketika tim tamu langsung mengejutkan publik tuan rumah. Lulinha berhasil mencetak gol spektakuler melalui sepakan voli dari luar kotak penalti. Bola yang meluncur deras tak mampu dijangkau penjaga gawang dan membawa Madura United unggul cepat.
Gol tersebut memaksa Persebaya meningkatkan intensitas serangan. Tim berjuluk Bajul Ijo mencoba mengambil alih kendali permainan dengan terus menekan lini pertahanan lawan. Gali Freitas menjadi salah satu motor serangan dengan beberapa percobaan berbahaya, namun upayanya selalu digagalkan oleh solidnya lini belakang Madura United.
Performa gemilang kiper Diky Indrayana menjadi faktor penting dalam menjaga keunggulan tim tamu. Ia beberapa kali melakukan penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang emas Persebaya dari jarak dekat. Hingga babak pertama berakhir, skor 1-0 untuk keunggulan Madura United tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, Persebaya kembali tampil dominan dengan menguasai jalannya pertandingan. Peluang demi peluang terus diciptakan, termasuk dari Bruno Moreira yang nyaris menyamakan kedudukan, namun kembali digagalkan oleh refleks cepat Diky.
Saat Persebaya asyik menyerang, Madura United justru mampu memanfaatkan celah melalui serangan balik cepat. Pada menit ke-62, Riquelme Sousa sukses menggandakan keunggulan setelah menerima umpan matang dari Fransiskus Alesandro. Gol tersebut semakin memperberat tekanan bagi tuan rumah.
Meski tertinggal dua gol, Persebaya tidak menyerah. Mereka terus menekan hingga akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-82. Umpan terukur dari Milos Raickovic berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Riyan Ardiansyah untuk menggetarkan gawang lawan.
Di sisa waktu pertandingan, Persebaya hampir saja menyamakan kedudukan. Namun, peluang emas yang didapat Mihailo Perovic hanya membentur tiang gawang, membuat harapan tuan rumah pupus di depan mata.
Hingga peluit akhir berbunyi, skor tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan Madura United. Hasil ini menjadi sangat berarti bagi tim tamu yang berhasil keluar dari zona degradasi dan naik ke peringkat ke-14 dengan 26 poin.
Sementara itu, Persebaya harus tertahan di posisi keenam dengan 42 poin. Kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi tim untuk memperbaiki efektivitas serangan dan konsistensi permainan, terutama saat menghadapi tekanan dalam laga besar seperti derby.
Derby Suramadu kali ini kembali membuktikan bahwa rivalitas tidak hanya soal gengsi, tetapi juga tentang strategi, mental, dan kemampuan memanfaatkan peluang sekecil apa pun di lapangan. (Redaksi)

