Jakarta, 31 Agustus 2025 – Pendekatan konservasi modern yang diterapkan di Stasiun Manggarai telah berhasil menciptakan harmoni sempurna antara pelestarian warisan budaya dan implementasi teknologi transportasi terdepan. Stasiun yang telah beroperasi sejak 1918 ini menjadi contoh terbaik bagaimana infrastruktur bersejarah dapat beradaptasi dengan kebutuhan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Strategi konservasi yang diterapkan mempertahankan elemen arsitektur asli sambil mengintegrasikan sistem modern seperti tiket elektronik, informasi digital, dan fasilitas aksesibilitas. Budaya pelestarian yang berkembang tidak hanya fokus pada aspek fisik bangunan, tetapi juga memelihara memori kolektif dan identitas historis stasiun.
Tim konservator dan arsitek bekerja sama dalam setiap tahap modernisasi untuk memastikan setiap intervensi teknologi dilakukan dengan prinsip dapat dibalik dan dampak minimal. Pendekatan ini menciptakan rujukan penting untuk pengembangan infrastruktur warisan lainnya di Indonesia.
Kolaborasi dengan lembaga pelestarian budaya dan komunitas sejarah memperkuat komitmen terhadap konservasi berkelanjutan. Anne Purba menekankan, “Stasiun Manggarai membuktikan bahwa konservasi modern bukan tentang membekukan masa lalu, tetapi membuat warisan budaya tetap hidup dan relevan untuk generasi masa depan.”
(Redaksi)

