Jakarta, 6 Agustus 2025 – Kekayaan kuliner tradisional Minangkabau berupa lapek bugih, sala lauak, dan kacimuih disuguhkan PT KAI kepada peserta ICCN sebagai bagian dari program pendalaman budaya. Pemilihan kuliner asli ini menunjukkan komitmen dalam memberikan pengalaman budaya yang tulen kepada tamu. Strategi diplomasi gastronomi ini efektif dalam memperkenalkan warisan budaya melalui pengalaman indera yang langsung dan berkesan.

Penyajian kuliner tradisional di Stasiun Bandara Internasional Minangkabau menciptakan pengalaman makan yang unik yang berbeda dari pusat makanan bandara konvensional. Peserta ICCN mendapat kesempatan untuk merasakan cita rasa asli yang mungkin sulit mereka temukan di tempat lain. Pendekatan ini menunjukkan inovasi dalam layanan keramahan yang menggabungkan kemudahan dengan pendidikan budaya.

Yulviadi Adek mengapresiasi kreativitas KAI dalam mengintegrasikan warisan kuliner dengan layanan transportasi. Kuliner menjadi bahasa universal yang dapat membangun koneksi emosional antara tamu dengan budaya lokal. Strategi ini menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang kekuatan makanan dalam pertukaran budaya dan pembangunan hubungan.

“PT KAI yang telah menyiapkan penyambutan luar biasa ini. Kedatangan kawan-kawan jejaring kreatif ini bukan sekadar acara, tapi momentum untuk menguatkan jejaring nasional sekaligus memperkenalkan wajah kreatif Kota Padang dan Sumatera Barat,” ujar Yulviadi. Suguhan kuliner tradisional ini diharapkan dapat menginspirasi pengembangan pariwisata kuliner dan memperkuat posisi Minangkabau sebagai destinasi kuliner.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *