Jember, 6 Agustus 2025 – Rencana distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Jember melalui jalur kereta api diharapkan dapat mengakhiri kendala pasokan akibat kemacetan di jalur Gumitir. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 9 Jember bersama Pertamina tengah mengkaji reaktivasi jalur rel khusus untuk distribusi energi ini.
Executive Vice President KAI Daop 9 Jember, Tohari, menyebut bahwa jalur Gumitir selama ini menjadi titik rawan keterlambatan distribusi BBM karena padatnya lalu lintas dan potensi longsor saat musim hujan. “Dengan kereta api, distribusi BBM bisa lebih terjamin tepat waktu, terlepas dari kondisi jalan raya,” ujarnya.
Pertamina mengakui bahwa penggunaan jalur kereta akan sangat membantu menjaga stabilitas pasokan energi, terutama di wilayah yang tergantung pada distribusi dari luar daerah. Kapasitas angkut yang besar juga membuat pengiriman lebih efisien.
Wakil rakyat, Gus Rivqy, memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini. Menurutnya, pasokan energi yang stabil adalah kunci pertumbuhan ekonomi daerah. “Kami siap membantu dari sisi kebijakan agar reaktivasi jalur ini berjalan lancar,” katanya.
Selain mengatasi kemacetan, jalur kereta juga akan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang sering dialami truk tangki di jalur Gumitir. Hal ini sekaligus memperpanjang umur infrastruktur jalan yang selama ini cepat rusak akibat kendaraan berat.
KAI akan melakukan kajian teknis untuk memastikan jalur yang akan digunakan memenuhi standar keselamatan. Hal ini termasuk pengecekan kondisi rel, jembatan, dan fasilitas bongkar muat.
Pemerintah daerah menyambut baik rencana ini dan siap memfasilitasi proses perizinan, pembebasan lahan, serta koordinasi antarinstansi.
Pelaku usaha di Jember optimistis bahwa kelancaran pasokan BBM akan menurunkan risiko kelangkaan dan kenaikan harga.
Pengamat transportasi menilai langkah ini tepat untuk memperkuat ketahanan energi di wilayah Jember. Mereka juga menyarankan integrasi sistem distribusi agar lebih efisien dan transparan.
Dengan jalur kereta BBM ini, masyarakat Jember dapat berharap pasokan energi tetap terjaga meski terjadi gangguan di jalur darat. (Redaksi)

