6 November 2026 – Mabes Polri memberikan ketegasan terkait pengusutan perkara dugaan penyadapan ilegal yang menyeret nama mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap Presiden Prabowo Subianto. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil jajarannya merupakan bagian murni dari proses penegakan hukum yang transparan dan profesional. Beliau menepis anggapan publik yang mengaitkan kasus besar ini dengan persaingan politik maupun dinamika internal di dalam tubuh kepolisian. Langkah tegas tersebut diambil semata-mata demi menjaga kehormatan serta integritas Korps Bhayangkara agar tetap menjadi benteng perlindungan yang dipercaya oleh masyarakat luas.
Di hadapan media di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, pimpinan tertinggi kepolisian tersebut menyampaikan kesadaran penuh atas tingginya dinamika serta tantangan tugas yang sedang dihadapi institusinya. Peristiwa penangkapan sejumlah perwira tinggi yang diduga melanggar hukum menjadi ujian berat sekaligus momentum evaluasi bagi seluruh jajaran. Pengusutan secara mendalam dan pembentukan tim khusus menjadi bukti komitmen kepolisian dalam menyelesaikan perkara ini hingga tuntas tanpa pandang bulu. Penanganan perkara yang transparan diharapkan mampu menjawab keresahan publik dan meluruskan berbagai spekulasi liar yang beredar.
Peristiwa ini dijadikan sebagai pembelajaran berharga bagi seluruh anggota kepolisian di berbagai tingkatan dari pusat hingga daerah. Kapolri mengimbau seluruh personel untuk tetap menjaga solidaritas internal dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang berkembang selama proses hukum berjalan. Fokus utama instansi tetap tertuju pada pelayanan publik, pemeliharaan keamanan, serta ketertiban di tengah masyarakat. Konsistensi dalam menjalankan peran sebagai pengayom masyarakat diharapkan dapat memperkuat kembali kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara.
Seluruh anggota kepolisian di seantero Indonesia diinstruksikan untuk terus bekerja secara profesional sesuai dengan mandat dan tugas pokok masing-masing. Slogan kebersamaan antara polisi dan masyarakat terus digaungkan sebagai pijakan utama dalam melayani bangsa dan negara. Melalui komitmen ini, Polri optimistis dapat melampaui berbagai tantangan hukum yang ada sekaligus mempertahankan posisinya sebagai sandaran utama masyarakat dalam mendapatkan rasa aman dan keadilan. (redaksi)

