14 Agustus 2026 – Suara ledakan keras tiba tiba mengagetkan warga Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Kamis malam, 13 Agustus 2026. Getaran yang ditimbulkan bahkan terasa hingga ke rumah warga yang berada di sekitar lokasi. Ledakan tersebut berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Mojokerto Puri Medali yang kemudian mengalami kebakaran dan kerusakan cukup parah.
Peristiwa terjadi di kompleks SPPG yang berada di Dusun Medali RT 6 RW 2, Desa Medali. Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB ketika dapur tersebut tengah melakukan persiapan sebelum memulai kegiatan operasional. Dentuman yang cukup kuat membuat warga di sekitar lokasi keluar dari rumah untuk memastikan kondisi lingkungan. Sejumlah warga juga merasakan adanya guncangan yang cukup kuat pada bangunan rumah mereka.
Salah seorang warga yang tinggal berdempetan dengan kompleks SPPG, Yudi, 57 tahun, mengatakan dirinya sedang berada di dalam rumah ketika ledakan terjadi. Ia mengaku langsung merasakan getaran yang cukup kuat akibat ledakan tersebut. Karena khawatir terjadi sesuatu yang lebih besar, Yudi segera keluar rumah untuk melihat kondisi di sekitar lokasi. Meski merasakan guncangan, rumahnya tidak mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.
Ledakan tersebut menimbulkan kerusakan signifikan pada bangunan dapur SPPG. Bagian atap bangunan terlihat rusak dan materialnya berserakan di sekitar kompleks. Selain itu, kanopi yang berada di bagian depan bangunan juga dilaporkan ambruk. Kanopi tersebut bahkan menimpa sejumlah kendaraan operasional yang digunakan untuk menunjang aktivitas dapur SPPG.
Dampak ledakan tidak hanya berupa kerusakan bangunan dan fasilitas operasional. Beberapa pegawai SPPG dilaporkan mengalami luka luka ketika kejadian berlangsung. Mereka kemudian dievakuasi dari lokasi untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Kondisi para pegawai yang terluka tersebut masih dalam penanganan setelah insiden terjadi.
Warga lain yang tinggal tepat di seberang SPPG, Dyah Ayu, 30 tahun, juga merasakan getaran dari ledakan tersebut. Menurutnya, suara ledakan hanya terdengar satu kali, tetapi kekuatannya cukup besar hingga menyebabkan kerusakan pada bagian bangunan dapur. Meski rumahnya berada cukup dekat dengan sumber ledakan, tidak ada kerusakan yang dilaporkan terjadi pada rumahnya.
Saat kejadian berlangsung, aktivitas di dalam SPPG disebut masih berkaitan dengan persiapan operasional dapur. Informasi tersebut membuat warga sekitar terkejut karena ledakan terjadi ketika kegiatan belum memasuki tahap operasional penuh. Kondisi bangunan setelah kejadian menunjukkan dampak yang cukup besar, terutama pada bagian atap dan area depan kompleks.
Setelah kejadian, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan area. Kompleks SPPG Mojokerto Puri Medali kemudian dipasangi garis polisi agar lokasi tetap steril dan proses pemeriksaan dapat dilakukan. Sejumlah petugas masih berada di lokasi untuk melakukan penyelidikan sekaligus mengumpulkan informasi mengenai penyebab ledakan dan kebakaran.
Hingga sekitar pukul 23.30 WIB, aparat masih melakukan penanganan di sekitar kompleks SPPG. Penyebab pasti ledakan belum diketahui dan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Petugas juga perlu memastikan kondisi bangunan serta mengidentifikasi sumber ledakan sebelum aktivitas di sekitar lokasi dapat kembali dilakukan.
Insiden tersebut membuat warga sekitar sempat panik karena lokasi SPPG berada berdekatan dengan permukiman. Meskipun getaran ledakan dirasakan oleh warga, laporan awal menunjukkan rumah rumah di sekitar lokasi tidak mengalami kerusakan berarti. Penanganan selanjutnya akan berfokus pada penyelidikan penyebab kejadian, pemeriksaan kondisi bangunan, serta penanganan terhadap pegawai yang mengalami luka akibat ledakan dan kebakaran tersebut. (Redaksi)

