15 Mei 2026 – Harapan besar Brasil untuk kembali menguasai sepak bola dunia tampaknya belum selesai. Di tengah persiapan menghadapi tantangan besar dalam beberapa tahun ke depan, Federasi Sepak Bola Brasil mengambil langkah penting dengan memastikan masa depan sosok yang dipercaya memimpin revolusi Tim Samba. Carlo Ancelotti kini resmi mendapatkan kepercayaan jangka panjang untuk melanjutkan proyek besar bersama tim nasional Brasil.
Keputusan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Brasil tidak ingin sekadar membangun tim untuk jangka pendek. Mereka menatap masa depan dengan visi besar, termasuk ambisi mengembalikan kejayaan yang selama beberapa tahun terakhir belum kembali dirasakan.
Federasi Sepak Bola Brasil secara resmi mengumumkan perpanjangan kontrak Carlo Ancelotti hingga tahun 2030. Pelatih asal Italia itu mendapat tambahan masa kerja selama empat tahun setelah kontrak sebelumnya berakhir pada Mei 2026.
Keputusan ini sekaligus menegaskan bahwa Brasil masih menaruh kepercayaan besar kepada salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah sepak bola modern tersebut.
Ancelotti mulai menangani Timnas Brasil sejak Mei 2025. Kedatangannya saat itu menyita perhatian dunia karena menjadi salah satu momen bersejarah bagi sepak bola Brasil. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, Selecao mempercayakan kursi pelatih kepada sosok asing dengan rekam jejak elite.
Pilihan tersebut awalnya sempat memunculkan perdebatan. Sebagian pihak mempertanyakan apakah pelatih Eropa mampu memahami kultur sepak bola Brasil yang sangat khas. Namun perlahan, Ancelotti mulai menunjukkan arah yang ingin dibangun.
Dalam satu tahun pertamanya, Don Carlo telah memimpin 10 pertandingan bersama Brasil. Hasil yang diperoleh terbilang cukup menjanjikan dengan catatan lima kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Meski belum sepenuhnya sempurna, federasi menilai perkembangan tim menunjukkan arah positif. Bukan hanya hasil di lapangan, perubahan juga terlihat dari pendekatan permainan yang mulai lebih seimbang antara disiplin taktik dan kreativitas khas Brasil.
Perpanjangan kontrak ini juga membuat Ancelotti dipastikan tetap mendampingi Brasil hingga Piala Dunia 2030. Artinya, ia akan memiliki waktu lebih panjang untuk membangun fondasi tim yang kuat dan mempersiapkan generasi baru pemain Brasil.
Bagi Ancelotti sendiri, pekerjaannya bersama Tim Samba bukan sekadar proyek profesional biasa.
Pelatih yang pernah meraih berbagai gelar bergengsi di level klub itu mengaku memahami betapa besarnya arti sepak bola bagi masyarakat Brasil. Sejak hari pertama tiba di negara tersebut, ia merasakan atmosfer yang berbeda dibanding pengalaman-pengalaman sebelumnya.
Menurut Ancelotti, sepak bola di Brasil bukan sekadar olahraga. Sepak bola sudah menjadi bagian dari identitas nasional dan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Ia juga menegaskan bahwa perjalanan satu tahun terakhir belum cukup untuk memenuhi ambisi besar yang dimiliki bersama federasi. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan demi membawa Brasil kembali berdiri di puncak sepak bola dunia.
Saat ini fokus utama Ancelotti tertuju pada persiapan menghadapi Piala Dunia 2026. Brasil sudah mulai menyusun kerangka tim terbaik yang akan dibawa ke turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
Sebanyak 55 nama pemain sementara telah masuk daftar pemantauan. Nantinya jumlah tersebut akan dipangkas hingga menyisakan 26 pemain yang akan menjadi skuad resmi.
Proses seleksi diprediksi berlangsung ketat. Brasil memiliki kedalaman skuad luar biasa dengan banyak pemain yang tampil di liga-liga elite Eropa maupun kompetisi domestik.
Namun tantangan terbesar bukan hanya memilih pemain terbaik.
Tekanan utama yang dihadapi Ancelotti adalah mengakhiri penantian panjang Brasil untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia. Negara dengan koleksi lima gelar dunia tersebut terakhir kali merasakan kejayaan pada tahun 2002.
Sejak saat itu, berbagai generasi emas telah hadir, namun semuanya gagal membawa Brasil kembali menjadi penguasa dunia.
Pada Piala Dunia 2026, jalan Brasil juga dipastikan tidak akan mudah. Tim Samba tergabung di Grup C bersama Haiti, Maroko, dan Skotlandia.
Di atas kertas Brasil memang menjadi unggulan, tetapi sepak bola modern telah berulang kali membuktikan bahwa status favorit tidak selalu menjamin hasil akhir.
Kini, dengan kontrak baru hingga 2030, Carlo Ancelotti mendapat waktu dan kepercayaan lebih besar untuk membangun sesuatu yang mungkin lebih besar dari sekadar hasil jangka pendek.
Brasil telah menentukan pilihannya. Sekarang seluruh mata tertuju pada Don Carlo untuk menjawab kepercayaan itu dengan prestasi di panggung dunia. (Redaksi)

