Medan, 31 Desember 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara kembali mengingatkan masyarakat untuk segera memesan tiket perjalanan selama libur Tahun Baru 2026. Hingga kini, masih tersedia sebanyak 14.613 kursi untuk keberangkatan mulai 31 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Plt. Manager Humas Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, menyebutkan, “Tingket Angkutan Nataru 2025/2026 telah terjual sebanyak 166.011. Sedangkan pelanggan yang sudah dilayani oleh KAI Divre I Sumatera Utara selama dua pekan bergulirnya Angkutan Nataru adalah sejumlah 138.134 pelanggan.”
Anwar menambahkan, kereta yang paling diminati masyarakat adalah KA Putri Deli dari Stasiun Medan tujuan Stasiun Tanjungbalai. Dengan enam perjalanan per hari, tiketnya telah terjual habis hingga akhir libur Nataru pada 4 Januari 2026.
Meski demikian, masih banyak tiket tersedia pada beberapa kereta lain, seperti KA Sribilah Utama dari Medan menuju Rantauprapat dan KA Siantar Ekspres dari Medan menuju Siantar. “Jadi bagi para pelanggan dari Stasiun Medan yang akan berlibur ke Danau Toba menggunakan kereta api, agar segera merencanakan perjalanannya dengan secepatnya memesan tiket, selagi masih tersedia,” kata Anwar.
Selain itu, KA Datuk Blambangan dari Stasiun Tebing Tinggi menuju Stasiun Lalang di Kabupaten Batubara maupun sebaliknya juga masih memiliki kursi cukup banyak, dengan harga tiket kelas premium hanya 5 ribu rupiah.
Selama Angkutan Nataru 2025/2026 yang telah dimulai sejak 18 Desember, sebanyak 9.547 pelanggan memanfaatkan diskon 30 persen pada KA Sribilah Utama tambahan. Sementara itu, sejak 29 Desember, 1.797 tiket promo ‘Yes Deal’ berupa potongan 25 persen untuk tiket kelas eksekutif telah dibeli masyarakat.
KAI Divre I Sumatera Utara juga mengimbau penumpang untuk mengatur jadwal keberangkatan lebih awal agar tidak terjadi kepadatan di stasiun, sehingga perjalanan libur Tahun Baru dapat tetap aman dan nyaman.
Demi kelancaran perjalanan masyarakat, KAI berharap semua pelanggan dapat memanfaatkan tiket yang masih tersedia sebelum habis. (Redaksi)

