Palembang, 31 Desember 2025 — Malam pergantian tahun baru 2026 di Palembang diprediksi ramai, terutama di titik-titik populer seperti Jembatan Ampera, Masjid Agung, Kawasan Monpera, dan Air Mancur. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PTKAI bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKRSS) menyesuaikan layanan operasional LRT Sumsel.
Manager Humas PTKAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan, “LRT Sumsel selama masa angkutan libur Nataru 2025 menambah 8 perjalanan di tanggal 21 dan 25 Desember 2025 menjadi 102 perjalanan, kemudian tanggal 31 Desember 2025 menambah 16 perjalanan, sehingga pelayanan LRT Sumsel yang semula 94 perjalanan menjadi 110 perjalanan khusus di malam pergantian tahun baru, tanggal 31 Desember 2025. Hingga pukul 02.09 WIB pada 1 Januari 2026”. Selanjutnya, untuk tanggal 1, 2, 3 dan 4 Januari 2026, LRT Sumsel juga dilakukan penyesuaian perjalanan.
Penyesuaian perjalanan LRT Sumsel pada 31 Desember 2025 adalah KA terakhir berangkat dari stasiun DJKA pukul 00.39 tiba di stasiun Asrama Haji pukul 01.20 dan KA terakhir berangkat dari stasiun Asrama Haji pukul 01.27 tiba di stasiun DJKA pukul 02.09. Sedangkan untuk tanggal 1 Januari 2026, perjalanan terakhir dari stasiun DJKA pukul 21.22 tiba di stasiun Bandara pukul 22.11 dan sebaliknya berangkat dari Bandara pukul 22.16 tiba di DJKA pukul 23.03.
Aida menambahkan, “Selain menambah perjalanan LRT, kami juga menyiapkan petugas kami untuk mendukung kelancaran operasional malam tahun baru ini, petugas stasiun, di dalam kereta, petugas keamanan, kebersihan maupun di pusat pengendali siap siaga hingga perjalanan terakhir”.
Ia juga mengingatkan agar penumpang tetap disiplin dan mematuhi aturan, termasuk larangan membawa barang mudah terbakar seperti kembang api dan petasan demi keamanan dan kenyamanan bersama.
Hingga minggu terakhir Desember 2025, LRT Sumsel telah mengangkut 4.604.794 penumpang dengan rata-rata 12.618 penumpang per hari. “Diharapkan di tahun 2026 penumpang LRT Sumsel terus meningkat seiring dengan meningkatnya minat masyarakat menggunakan transportasi publik khususnya menggunakan LRT Sumsel,” tutup Aida. (Redaksi)

