Jakarta, 28 Desember 2025 – Konsep Transit Oriented Development menjadi landasan utama dalam pengembangan Stasiun Jatake yang mengintegrasikan fungsi transportasi dengan berbagai aktivitas kawasan untuk menciptakan ekosistem mobilitas yang efisien dan berkelanjutan. Penerapan konsep ini menjadikan stasiun tidak hanya sebagai tempat transit penumpang tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial yang mendukung pertumbuhan kawasan Pagedangan secara menyeluruh.

PT Kereta Api Indonesia merancang Stasiun Jatake dengan pendekatan TOD yang memadukan layanan transportasi massal dengan fasilitas komersial, perkantoran, dan area pengembangan lanjutan dalam satu kawasan terintegrasi. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa gedung stasiun tiga lantai seluas 3.000 meter persegi menyediakan area aktivitas penumpang, zona komersial untuk kegiatan usaha, serta ruang perkantoran, sementara area luar dilengkapi fasilitas parkir kendaraan dan lahan pengembangan seluas 4.000 meter persegi.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan bahwa penerapan konsep TOD di Stasiun Jatake merupakan strategi jangka panjang untuk menciptakan kawasan yang lebih hidup dan berkelanjutan dengan menempatkan transportasi publik sebagai pusatnya. Integrasi berbagai fungsi dalam satu kawasan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan mendorong masyarakat menggunakan transportasi massal. “Stasiun Jatake dihadirkan untuk mendekatkan layanan kereta api kepada masyarakat di kawasan yang berkembang pesat. Kehadirannya diharapkan memperkuat konektivitas wilayah serta mendukung mobilitas harian yang lebih tertata dan efisien,” kata Bobby.

Konsep TOD juga dirancang untuk mendorong aktivitas ekonomi di sekitar stasiun melalui zona komersial yang dapat menarik pelaku usaha dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. “Stasiun Jatake diproyeksikan menjadi simpul layanan baru yang mendukung kelancaran naik turun penumpang sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di kawasan sekitarnya,” ujar Anne. Dengan lokasi di kilometer 37+045 lintas Rangkasbitung dan kapasitas melayani 20.000 penumpang per hari, stasiun ini diharapkan menjadi contoh pengembangan infrastruktur perkeretaapian modern yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat ketika beroperasi pada Januari 2026.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *