Jember,12 Desember 2025 – Menunjukkan komitmen penuh terhadap keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api, jajaran manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember turun langsung ke lapangan melakukan inspeksi lintas secara menyeluruh, Jumat (12/12). Menggunakan lori dresin, manajemen menyisir jalur rel untuk memastikan keandalan prasarana maupun kesiapan operasional dalam menghadapi peningkatan volume penumpang.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan bahwa inspeksi langsung oleh manajemen ini bertujuan melihat kondisi riil di lapangan. Fokusnya tidak hanya pada kondisi fisik rel dan jembatan, tetapi juga kesiapan mental dan pemahaman prosedur para petugas.
Dalam kegiatan cek lintas menggunakan dresin tersebut, manajemen menyisir berbagai titik krusial guna memastikan standar keselamatan terpenuhi. Perhatian khusus diarahkan pada titik-titik yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi.
“Kami melakukan pemetaan ketat, khususnya di jalur pegunungan Gumitir dan area terowongan. Mengingat kontur geografis wilayah Daop 9 yang unik, keandalan prasarana di lokasi ini menjadi prioritas utama kami,” ujar Cahyo.
Selain aspek teknis, KAI Daop 9 juga melakukan penyegaran (refreshment) standar operasional prosedur (SOP) kepada seluruh SDM operasional. Hal ini bertujuan agar setiap petugas, mulai dari ASP (Awak Sarana Perkeretaapian) hingga petugas stasiun, memiliki kesigapan tinggi dan satu pemahaman dalam melayani pelanggan maupun menghadapi situasi darurat.
Sebagai upaya memitigasi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang, KAI Daop 9 Jember menerjunkan petugas tambahan dalam jumlah signifikan. Tercatat sebanyak 108 petugas Jaga Jalan Lintasan (JPL) Ekstra disiagakan untuk mengamankan perjalanan kereta api.
Sebaran petugas JPL Ekstra tersebut meliputi:
Wilayah Jember: 54 petugas
Wilayah Banyuwangi: 22 petugas
Wilayah Probolinggo: 16 petugas
Wilayah Lumajang: 8 petugas
Wilayah Pasuruan: 8 petugas
“Selain petugas JPL Ekstra, kami juga menyiagakan Petugas Penilik Jalan (PPJ) Ekstra dan penjaga daerah rawan yang sifatnya kondisional, menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi cuaca di lapangan,” tambah Cahyo.
Tidak hanya berfokus pada keselamatan perjalanan kereta, aspek pelayanan kesehatan dan keselamatan penumpang di stasiun juga mendapat perhatian serius. Inspeksi menyeluruh dilakukan terhadap alat keselamatan seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk memastikan fungsinya tetap prima.
Lebih jauh, Daop 9 Jember juga meningkatkan standar fasilitas pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
“Kami memastikan seluruh pos kesehatan dan perlengkapan P3K di stasiun dalam kondisi lengkap. Pengecekan mencakup ketersediaan obat-obatan, tabung oksigen, hingga alat pacu jantung otomatis atau Automated External Defibrillator (AED). Ini adalah bentuk antisipasi kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh penumpang,” tutup Cahyo.
Melalui persiapan matang dari sisi infrastruktur, SDM, hingga fasilitas medis, KAI Daop 9 Jember siap menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat. (Redaksi)

