Jakarta, 28 November 2025 – Layanan angkutan semen melalui kereta api memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi beban jalan raya dan memperlancar arus logistik nasional. PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah mengangkut 2.417.023 ton semen dan klinker selama periode Januari-Oktober 2025, yang berarti ribuan truk tidak perlu memadati jalan raya untuk mengangkut material tersebut. Pengalihan moda transportasi ini memberikan dampak positif terhadap kelancaran lalu lintas dan kelestarian infrastruktur jalan.
Anne Purba, Vice President Corporate Communications KAI, menjelaskan bahwa penggunaan kereta api untuk angkutan material konstruksi merupakan solusi cerdas dalam mengatasi permasalahan kemacetan. “Efisiensi angkutan semen melalui rel menghadirkan nilai strategis bagi industri dan negara. Distribusi yang stabil memperkuat ketahanan pembangunan di berbagai wilayah,” katanya. Pernyataan ini menekankan bahwa manfaat angkutan semen tidak hanya dirasakan oleh industri konstruksi, tetapi juga oleh masyarakat luas.
Beban berlebih dari truk-truk pengangkut material konstruksi menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan raya. Dengan mengalihkan angkutan semen ke kereta api, tekanan terhadap infrastruktur jalan dapat dikurangi secara signifikan. Hal ini berdampak pada penghematan anggaran pemeliharaan jalan yang dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur lainnya yang lebih mendesak.
Kelancaran arus logistik juga meningkatkan efisiensi rantai pasok secara keseluruhan. Material konstruksi dapat sampai ke lokasi proyek dengan lebih cepat dan tepat waktu, tanpa terhambat oleh kemacetan lalu lintas. Keandalan jadwal kereta api memberikan kepastian bagi pelaku industri dalam merencanakan produksi dan distribusi. Dengan demikian, layanan angkutan semen KAI turut berkontribusi dalam meningkatkan daya saing industri konstruksi Indonesia di tingkat regional maupun global.
(Redaksi)

