Jakarta, 27 November 2025 – Bulan Mei 2025 menjadi periode puncak bagi layanan angkutan peti kemas PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan volume mencapai 463.916 ton, tertinggi sepanjang tahun ini. Pencapaian ini menggambarkan tingginya permintaan terhadap jasa kereta api untuk pengiriman barang dalam skala besar yang memerlukan keamanan dan ketepatan waktu.
Menurut Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba, lonjakan volume di bulan tersebut menunjukkan kepercayaan pelaku usaha terhadap keandalan moda kereta api. Kereta mampu mengakomodasi kebutuhan distribusi massal dengan jaminan keselamatan barang dan kepastian jadwal yang sulit ditandingi moda lain. Kondisi ini membantu industri menjaga kontinuitas produksi dan memastikan pasokan barang ke konsumen tetap lancar.
Dalam konteks persiapan menghadapi kebijakan Over Dimension Over Load yang berlaku mulai 2027, KAI terus meningkatkan kapasitas layanannya. Satu rangkaian kereta peti kemas mampu mengangkut 1.080 ton atau setara muatan 60 truk berkapasitas masing-masing 20 ton. “Hal tersebut membantu menjaga ritme produksi industri dan memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan secara stabil,” jelas Anne. Efisiensi ini memberikan dampak ganda berupa penghematan biaya logistik dan pengurangan beban infrastruktur jalan.
Untuk memperkuat jaringan distribusi, KAI mengoptimalkan konektivitas dengan pelabuhan-pelabuhan strategis seperti Tanjung Priok, Tanjung Mas, dan Tanjung Perak. Integrasi antara kereta api, truk feeder, dan angkutan laut memungkinkan pelanggan mengelola rantai pasok secara lebih adaptif. Ke depan, pengembangan stasiun di kawasan pelabuhan, peningkatan fasilitas, dan penerapan teknologi digital akan menyempurnakan sistem logistik terintegrasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
(Redaksi)

