Jakarta, 20 November 2025 – KAI Services memperkuat hubungan emosional dengan pelanggan melalui Customer Gathering yang digelar di Loko Café Stasiun KCIC Halim pada Rabu (19/11). Pertemuan ini dirancang untuk menciptakan kedekatan dan membangun rasa percaya antara perusahaan dan pelanggan setia.
Acara ini menghadirkan suasana yang hangat dan interaktif, sehingga pelanggan merasa lebih dekat dengan manajemen perusahaan. Pelanggan dapat menyampaikan pengalaman mereka dengan leluasa, termasuk kritik dan saran yang dapat membantu perbaikan layanan.
Direktur Utama KAI Services, Ririn Widi Astutik, menekankan bahwa kedekatan emosional ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan layanan.
“Customer Gathering ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus kesempatan bagi kami untuk mendengarkan masukan dari Bapak dan Ibu yang selama ini setia menggunakan layanan KAI Services. Kami ingin menjadikan pelanggan sebagai mitra dialog, sehingga kami dapat terus memperbaiki pelayanan ke depannya,” ujar Ririn.
Pelanggan berbagi pengalaman mengenai pelayanan awak kereta, kualitas fasilitas, hingga pengalaman menikmati sajian di Loko Café. Masukan ini dinilai sangat penting untuk menjaga kepuasan dan loyalitas pelanggan.
Jajaran manajemen, termasuk Direktur Consumer Business Lies Permana Lestari dan Direktur Operasional Bambang Suliastowo, hadir untuk menanggapi masukan pelanggan secara langsung. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan perusahaan dalam membangun hubungan yang lebih personal.
Direktur Consumer Business KAI Services, Lies Permana Lestari, menekankan bahwa hubungan emosional dengan pelanggan dapat mendorong loyalitas dan meningkatkan pengalaman layanan.
“Customer Gathering ini menunjukkan komitmen kami untuk mendengarkan aspirasi pelanggan. Kritik dan masukan yang disampaikan menjadi inspirasi dan bekal penting bagi kami dalam mengembangkan produk serta meningkatkan kualitas layanan. Melalui kegiatan ini, kami berharap loyalitas pelanggan dapat semakin meningkat,” ujar Lies.
Melalui kegiatan ini, KAI Services menegaskan bahwa kepuasan pelanggan tidak hanya diukur dari layanan teknis, tetapi juga dari kualitas interaksi dan kedekatan emosional dengan perusahaan.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman layanan yang lebih hangat, personal, dan berkesan bagi seluruh pelanggan. (Redaksi)

