Semarang, 20 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang menyatakan bahwa efektivitas layanan lost and found mereka menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Sistem pencatatan digital, percepatan respons, serta koordinasi lintas bagian disebut menjadi faktor utama yang mendorong kinerja layanan ini. Peningkatan tersebut terlihat dari semakin tingginya jumlah barang yang berhasil dikembalikan kepada pemilik.

Evaluasi internal menunjukkan bahwa dalam sepuluh bulan terakhir, tingkat keberhasilan pengembalian barang mencapai angka tertinggi dalam lima tahun terakhir. Hal ini menandakan bahwa pembenahan prosedur dan pemanfaatan sistem terpadu berjalan sesuai harapan. Menurut pihak Daop 4, masyarakat kini lebih peka terhadap proses pelaporan kehilangan dan semakin terbiasa mengikuti mekanisme resmi.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Aristo Sankhya Prayogi, menyampaikan bahwa upaya peningkatan ini merupakan bagian dari komitmen KAI terhadap pelayanan pelanggan. “Kami selalu mendorong agar setiap laporan kehilangan ditangani secara cepat, tepat, dan akurat. Sistem yang semakin solid membuat peluang barang kembali kepada pemilik menjadi jauh lebih besar,” ujarnya.

Peningkatan efektivitas ini juga didukung dengan modernisasi gudang penyimpanan barang temuan yang kini dilengkapi sistem penandaan digital. Setiap barang yang ditemukan petugas akan masuk ke dalam database untuk dipantau status dan masa simpan sesuai ketentuan. Penguatan SOP juga memastikan petugas memiliki alur kerja yang lebih jelas dan terstandarisasi.

Dari sisi operasional, KAI Daop 4 telah memperluas titik pelaporan barang hilang di sejumlah stasiun dengan tingkat mobilitas tinggi. Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, Poncol, dan Pekalongan kini menjadi titik utama pelayanan lost and found untuk memudahkan akses pengguna jasa. Upaya ini dinilai efektif dalam memperpendek waktu pelaporan.

Selain itu, kerja sama dengan unit pengamanan kereta dan area stasiun juga diperkuat. Patroli rutin yang dilakukan petugas lintas pos memungkinkan deteksi barang tertinggal dilakukan lebih cepat dibanding sebelumnya. Langkah tersebut turut membantu mengurangi risiko barang berpindah tangan.

Pihak Daop 4 menyebut tren peningkatan efektivitas ini masih akan terus ditingkatkan melalui inovasi lanjutan, termasuk integrasi sistem pelaporan dengan aplikasi KAI Access. Dengan demikian, pelanggan dapat mengakses informasi barang hilang dari mana saja tanpa harus datang ke stasiun.

KAI Daop 4 berharap masyarakat semakin memahami pentingnya melaporkan kehilangan sesegera mungkin untuk memperbesar peluang barang ditemukan. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *