Jakarta, 06 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI optimistis jumlah penumpang KRL akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Berdasarkan proyeksi KAI, pengguna KRL diperkirakan mencapai 490 juta orang pada tahun 2029, seiring dengan hadirnya 30 rangkaian KRL baru yang siap memperkuat layanan transportasi perkotaan.

Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap langkah KAI dalam memperluas kapasitas layanan transportasi publik. “Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu,” ujarnya saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta.

Dukungan ini menjadi pendorong utama bagi KAI untuk mempercepat program modernisasi sarana dan prasarana transportasi massal di berbagai wilayah.

Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, menyebutkan bahwa dengan tambahan armada baru, kapasitas layanan KRL akan meningkat sekitar 10% per tahun hingga 2029. “Kami menargetkan jumlah pelanggan KRL mencapai hampir setengah miliar orang pada lima tahun mendatang,” katanya.

Selain meningkatkan kapasitas, KAI juga berfokus pada peningkatan kenyamanan, ketepatan waktu, serta digitalisasi sistem layanan untuk menarik lebih banyak pengguna transportasi publik.

KAI Commuter saat ini telah mengoperasikan 11 rangkaian KRL baru dari CRRC dan 4 rangkaian produksi PT INKA yang tengah menjalani sertifikasi sebelum melayani masyarakat.

Pertumbuhan ini sejalan dengan strategi nasional dalam membangun konektivitas perkotaan yang efisien dan mendukung pengurangan emisi karbon.

Dengan proyeksi kenaikan penumpang tersebut, KAI semakin mantap menjadi tulang punggung mobilitas massal di kawasan perkotaan Indonesia. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *