Jember, 15 Oktober 2025 – Upaya mencegah aksi vandalisme di jalur kereta api terus dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember melalui penguatan patroli dan kegiatan edukasi masyarakat. Pendekatan ini dinilai efektif menekan potensi gangguan yang bisa mengancam keselamatan perjalanan kereta.

Sepanjang tahun 2025, Daop 9 Jember mencatat 12 kasus vandalisme berupa peletakan batu di atas rel. Kasus terbanyak terjadi di Lumajang, diikuti Pasuruan, Jember, dan Banyuwangi. Meski tidak sampai menimbulkan korban, aksi itu tergolong pelanggaran serius.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan pentingnya memahami fungsi teknis dari batu-batu kecil yang disebut balas kricak.
“Balas kricak bukan sekadar batu biasa. Ia berfungsi menjaga kestabilan rel, menyerap getaran, dan membantu drainase agar jalur tetap aman dan rata saat dilintasi kereta,” katanya.

Menurut Cahyo, pemindahan atau penumpukan batu di atas rel dapat mengganggu struktur jalur dan membahayakan perjalanan kereta.
“Jika balas kricak dipindahkan atau ditumpuk di atas rel, itu sangat berbahaya. Selain mengganggu struktur jalur, bisa menyebabkan roda kereta terpeleset atau bahkan anjlok,” tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, KAI Daop 9 Jember melakukan patroli rutin di wilayah rawan sekaligus meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan dan tokoh masyarakat.
“Kami mengedepankan edukasi dan sinergi. Masyarakat sekitar jalur adalah mitra kami dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api,” jelas Cahyo.

Selain patroli, KAI juga gencar melakukan sosialisasi di sekolah dan lingkungan permukiman untuk menumbuhkan kesadaran akan bahaya bermain di sekitar rel. Edukasi dini dianggap penting agar anak-anak tidak melakukan tindakan berisiko.

KAI mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pelaku vandalisme di jalur rel bisa dipidana hingga tiga bulan penjara atau didenda Rp15 juta.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Jangan biarkan tindakan iseng atau vandalisme mengancam nyawa banyak orang,” tutup Cahyo. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *