10 Agustus 2026 – Kebakaran yang melanda Gedung Dinas Teknis Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, meninggalkan kerusakan cukup parah pada bagian atas bangunan. Setelah api berhasil dipadamkan, kondisi gedung kini tampak kosong dan akses menuju bangunan dibatasi oleh garis polisi. Sejumlah serpihan material serta pecahan kaca juga masih terlihat berserakan di sekitar lokasi kebakaran.
Pada Minggu, 9 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, tidak terlihat aktivitas di dalam gedung yang sebelumnya dilanda kebakaran. Petugas memasang garis polisi di sejumlah titik untuk membatasi keluar masuk orang ke area bangunan. Pembatasan tersebut dilakukan agar proses pemeriksaan dan penyelidikan dapat berlangsung dengan aman, sekaligus mencegah masyarakat memasuki area gedung yang masih berpotensi membahayakan.
Kerusakan paling terlihat pada bagian lantai atas gedung. Sejumlah area tampak menghitam akibat terbakar, sementara beberapa bagian bangunan hanya menyisakan rangka. Kaca pada sejumlah jendela juga pecah dan berserakan di sekitar area gedung. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa api sempat membakar bagian bangunan dengan intensitas cukup tinggi sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh petugas pemadam kebakaran.
Kebakaran diketahui terjadi pada Jumat, 7 Agustus 2026 sekitar pukul 21.30 WIB. Api dilaporkan melanda sejumlah lantai, mulai dari lantai 11 hingga lantai 16. Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman dan berhasil mengendalikan kebakaran hingga api dinyatakan padam pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Setelah proses pemadaman selesai, lokasi kemudian menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Hingga kini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah titik yang diduga berkaitan dengan awal munculnya api. Dugaan sementara mengarah pada lantai 11 atau lantai 12, tetapi kesimpulan tersebut masih harus menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polri.
Penyidik bersama tim Puslabfor Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mencari titik awal kebakaran. Sejumlah sampel dari beberapa lantai telah diambil dan akan dibandingkan untuk membantu menentukan sumber api. Pemeriksaan tersebut juga diharapkan dapat mengungkap faktor yang menyebabkan api muncul dan kemudian menyebar ke bagian lain gedung.
Kepolisian menyatakan hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab kebakaran secara lebih akurat. Dengan masih berlangsungnya proses penyelidikan, masyarakat diminta tidak membuat kesimpulan mengenai sumber api sebelum seluruh hasil pemeriksaan selesai. Sementara itu, kondisi gedung yang mengalami kerusakan cukup berat membuat akses ke area tersebut tetap dibatasi hingga proses pemeriksaan dan penilaian keselamatan bangunan selesai dilakukan. (Redaksi)

