Jakarta, 16 Oktober 2025 – Dalam rangka memperingati 80 tahun Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) serta Hari Pangan Sedunia, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengusung semangat kolaborasi dan keberlanjutan dalam sistem logistik nasional. KAI berkomitmen menghadirkan transportasi yang efisien, hijau, dan berkelanjutan untuk memperkuat rantai pasok pangan Indonesia.
Momentum peringatan ini menjadi refleksi penting bagi KAI dalam mempertegas peran strategis transportasi berbasis rel sebagai bagian dari solusi terhadap tantangan ketahanan pangan global.
“FAO telah 80 tahun berperan menjaga pangan dunia, dan KAI turut menerjemahkan semangat itu di Indonesia dengan menghadirkan aksi nyata dalam membangun sistem logistik pangan yang berkelanjutan,” ujar EVP Komunikasi Perusahaan KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji.
Ia menjelaskan bahwa transportasi berbasis rel tidak hanya mendukung efisiensi biaya dan waktu, tetapi juga mengurangi emisi karbon, sehingga sejalan dengan upaya global dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
KAI saat ini tengah memperkuat integrasi logistik antarwilayah untuk memastikan ketersediaan pupuk, hasil pertanian, dan bahan pangan lainnya tetap terjaga di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan dengan mengoptimalkan jalur-jalur pengangkutan yang strategis dan modern.
Selain aspek operasional, KAI juga berfokus pada digitalisasi sistem logistik agar proses distribusi dapat dipantau secara real-time. Langkah ini memastikan pengiriman dilakukan secara transparan dan akurat.
“Dengan semangat FAO yang ke-80 tahun, KAI ingin berkontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat ekonomi hijau Indonesia,” tambah Raden Agus.
KAI berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat agar Indonesia dapat mencapai ketahanan pangan yang mandiri, berdaulat, dan berkelanjutan. (Redaksi)

