Jakarta, 21 September 2025 – Posisi strategis Stasiun Ketapang di ujung timur Pulau Jawa menjadikannya sebagai gerbang konektivitas utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia bagian timur. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memanfaatkan lokasi geografis yang optimal ini untuk memadukan layanan transportasi darat dan laut, khususnya dalam melayani mobilitas penumpang yang akan melanjutkan perjalanan ke Bali dan Nusa Tenggara.
Sejarah panjang Stasiun Ketapang dimulai dari pembangunannya pada tahun 1984-1985 sebagai pengganti Stasiun Banyuwangi Lama. Jalur kereta api menuju pelabuhan dan stasiun ini diresmikan pada 7 September 1985, menciptakan kesinambungan yang sempurna antara layanan kereta api dan kapal feri. Perubahan nama dari Stasiun Banyuwangi Baru menjadi Stasiun Ketapang pada 1 Desember 2019 menunjukkan adaptasi KAI terhadap kebutuhan pengembangan pariwisata daerah.
Sebagai stasiun kelas besar tipe C, Stasiun Ketapang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti loket, ruang tunggu, ruang tunggu VIP, toilet, kios makanan minuman, dan area parkir yang memadai. Fasilitas-fasilitas ini dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi penumpang yang menggunakan stasiun sebagai titik transit menuju berbagai destinasi. Peningkatan kualitas layanan juga didukung oleh penambahan relasi kereta seperti KA Blambangan Ekspres rute Ketapang-Pasar Senen dan KA Ijen Ekspres rute Ketapang-Malang.
“Stasiun ini menjadi gerbang utama bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan dari dan menuju Pulau Jawa, serta memfasilitasi konektivitas antar wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” jelas VP Public Relations KAI, Anne Purba. Komitmen KAI dalam mengoptimalkan konektivitas ini juga tercermin melalui inovasi digital melalui aplikasi Access by KAI yang memungkinkan penumpang melakukan pemesanan tiket dan mengakses informasi perjalanan secara waktu nyata.
(Redaksi)

