Jakarta, 18 September 2025 – KAI Group menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan transportasi publik yang inklusif. Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan hal tersebut dalam Talk Show Bicara Kota Series 18 dengan tema “Feminist Urbanism: Mewujudkan Kota yang Adil Gender”. (Redaksi)
Dalam forum tersebut, Anne menyoroti pentingnya transportasi sebagai ruang aman bagi seluruh masyarakat. “KAI terus berupaya menghadirkan layanan inklusif yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, mulai dari fasilitas ramah perempuan, akses ramah anak, hingga sarana ramah disabilitas,” ujar Anne.
Fasilitas yang dihadirkan KAI mencakup kereta khusus wanita, ruang laktasi, kursi prioritas ibu hamil, hingga sarana ramah disabilitas seperti low platform dan lift di stasiun besar. Semua inovasi ini dirancang untuk menciptakan akses setara bagi semua kalangan.
KAI juga meluncurkan Female Seat Map sebagai solusi keamanan bagi penumpang perempuan. Inovasi ini diapresiasi luas karena memberikan keleluasaan dalam memilih kursi berdekatan dengan sesama perempuan.
Di samping itu, KAI memperkuat sistem keamanan melalui SOP terbaru, integrasi Command Center, serta teknologi CCTV Analytics. Kebijakan blacklist bagi pelaku pelecehan seksual turut mempertegas komitmen perusahaan terhadap keamanan pengguna.
Pertumbuhan jumlah pelanggan KAI, baik Commuter Line maupun LRT Jabodebek, mencerminkan kepercayaan publik yang terus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa layanan inklusif KAI diterima baik oleh masyarakat.
Diskusi ini juga menghadirkan tokoh-tokoh penting lain seperti Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DKI Jakarta, serta akademisi Universitas Indonesia. Kolaborasi lintas sektor diyakini mampu mempercepat terwujudnya kota inklusif.
“Melalui langkah-langkah ini, KAI ingin berkontribusi pada kota yang setara, ramah anak, ramah perempuan, dan ramah disabilitas, sehingga semua bisa menikmati transportasi publik dengan rasa aman dan nyaman,” tutup Anne. (Redaksi)

