Jakarta, 14 September 2025 – Konfigurasi 72 kursi menjadi standar baru dalam rangkaian New Generation KA Matarmaja yang beroperasi mulai 28 September 2025. PT Kereta Api Indonesia menetapkan angka ini sebagai formula optimal yang menggabungkan kapasitas, kenyamanan, dan efisiensi operasional, menjadikan HUT ke-80 sebagai momentum untuk memperkenalkan standar baru dalam desain interior yang memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat pengguna rute Pasar Senen–Malang.
Wakil Presiden Hubungan Masyarakat KAI Anne Purba menjelaskan bahwa pemilihan 72 kursi per gerbong merupakan hasil dari studi mendalam tentang keseimbangan antara kebutuhan kapasitas operasional dan kenyamanan individual penumpang. Angka ini dipilih untuk memastikan bahwa setiap penumpang mendapatkan ruang yang memadai tanpa mengorbankan efisiensi ekonomi yang menjadi kunci dalam mempertahankan keterjangkauan tarif kelas Ekonomi.
Penerapan 72 kursi per gerbong ini terwujud melalui perencanaan cermat Balai Yasa Manggarai yang mengoptimalkan penggunaan ruang interior. Setiap kursi kapten dengan kemampuan penyesuaian posisi ditempatkan dengan jarak yang memungkinkan kebebasan gerak yang memadai. Orientasi searah laju kereta dari seluruh 72 kursi menciptakan aliran sirkulasi yang lancar dan memberikan akses yang mudah bagi setiap penumpang, baik saat naik maupun turun.
Pembakuan 72 kursi per gerbong ini didukung oleh penerapan konsisten dalam transformasi 124 kereta selama periode 2023-2025. “Dengan kapasitas 72 kursi per kereta, pelanggan akan merasakan perjalanan yang lebih ergonomis, lega, dan menyenangkan,” jelas Anne. KA Matarmaja yang menghadirkan rangkaian New Generation dengan 72 kursi untuk masyarakat ini memastikan bahwa setiap gerbong memberikan pengalaman yang standar dan berkualitas, menciptakan kepastian positif bagi penumpang dalam setiap perjalanan mereka.
Jakarta, 14 September 2025 – Konfigurasi 72 kursi menjadi standar baru dalam rangkaian New Generation KA Matarmaja yang beroperasi mulai 28 September 2025. PT Kereta Api Indonesia menetapkan angka ini sebagai formula optimal yang menggabungkan kapasitas, kenyamanan, dan efisiensi operasional, menjadikan HUT ke-80 sebagai momentum untuk memperkenalkan standar baru dalam desain interior yang memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat pengguna rute Pasar Senen–Malang.
Wakil Presiden Hubungan Masyarakat KAI Anne Purba menjelaskan bahwa pemilihan 72 kursi per gerbong merupakan hasil dari studi mendalam tentang keseimbangan antara kebutuhan kapasitas operasional dan kenyamanan individual penumpang. Angka ini dipilih untuk memastikan bahwa setiap penumpang mendapatkan ruang yang memadai tanpa mengorbankan efisiensi ekonomi yang menjadi kunci dalam mempertahankan keterjangkauan tarif kelas Ekonomi.
Penerapan 72 kursi per gerbong ini terwujud melalui perencanaan cermat Balai Yasa Manggarai yang mengoptimalkan penggunaan ruang interior. Setiap kursi kapten dengan kemampuan penyesuaian posisi ditempatkan dengan jarak yang memungkinkan kebebasan gerak yang memadai. Orientasi searah laju kereta dari seluruh 72 kursi menciptakan aliran sirkulasi yang lancar dan memberikan akses yang mudah bagi setiap penumpang, baik saat naik maupun turun.
Pembakuan 72 kursi per gerbong ini didukung oleh penerapan konsisten dalam transformasi 124 kereta selama periode 2023-2025. “Dengan kapasitas 72 kursi per kereta, pelanggan akan merasakan perjalanan yang lebih ergonomis, lega, dan menyenangkan,” jelas Anne. KA Matarmaja yang menghadirkan rangkaian New Generation dengan 72 kursi untuk masyarakat ini memastikan bahwa setiap gerbong memberikan pengalaman yang standar dan berkualitas, menciptakan kepastian positif bagi penumpang dalam setiap perjalanan mereka.