Jakarta, 13 September 2025 – Ibu Kota Indonesia kembali membuktikan diri sebagai pintu gerbang utama kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) yang menjelajahi Nusantara menggunakan kereta api. Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, sepanjang Januari–Agustus 2025, Jakarta menjadi salah satu titik keberangkatan favorit turis asing sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke berbagai destinasi wisata di Pulau Jawa.
Stasiun Gambir dan Pasarsenen tercatat menempati posisi kedua dan ketujuh dalam daftar stasiun yang paling ramai digunakan wisman selama Agustus 2025. Gambir melayani 13.349 penumpang asing, sedangkan Pasarsenen mencapai 4.124 penumpang. Angka ini menegaskan bahwa Jakarta bukan sekadar pusat bisnis dan pemerintahan, tetapi juga pintu masuk strategis pariwisata kereta api.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyebut tren ini sebagai bukti bahwa kereta api semakin dipercaya turis asing sebagai moda transportasi utama di Indonesia. “Kereta api menjadi andalan karena menawarkan perjalanan yang nyaman, tepat waktu, dan menghubungkan langsung wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di Jawa dan Sumatera,” ujar Anne.
Selain berfungsi sebagai pusat kedatangan, Jakarta juga menawarkan daya tarik wisata kota metropolitan dengan sejarah panjang. Dari Monumen Nasional (Monas), Kota Tua, hingga kuliner khas Betawi, wisatawan asing kerap menjadikan Jakarta sebagai persinggahan awal sebelum bertualang lebih jauh dengan kereta api.
Data menunjukkan bahwa Jakarta berperan penting dalam distribusi arus wisatawan asing ke daerah lain. Wisatawan yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta atau Halim Perdanakusuma biasanya melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api menuju Yogyakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, hingga Banyuwangi.
Faktor keterhubungan antarmoda juga memperkuat posisi Jakarta. Integrasi kereta api dengan jaringan transportasi perkotaan seperti MRT, LRT, dan TransJakarta memberi kemudahan bagi turis asing untuk berpindah jalur transportasi. Hal ini semakin mempertegas Jakarta sebagai simpul utama konektivitas.
“Capaian ini menunjukkan kereta api bukan sekadar sarana transportasi, tetapi jalur wisata yang mempertemukan dunia dengan pesona Indonesia dari barat hingga timur,” jelas Anne.
Dengan perannya sebagai gerbang utama, Jakarta dipastikan akan terus menjadi titik vital dalam pertumbuhan wisata kereta api Indonesia. Dukungan infrastruktur, promosi budaya, dan aksesibilitas transportasi akan menjaga kota ini tetap relevan sebagai pintu masuk dunia. (Redaksi)

