Jakarta, 6 September 2025 – Kehadiran Rail Library sebagai bagian integral dari Rail Clinic KAI selama Bulan Agustus 2025 berhasil menciptakan budaya literasi yang positif di tengah masyarakat. Program ini menunjukkan visi holistik KAI yang tidak hanya peduli pada kesehatan fisik, tetapi juga pada pengembangan intelektual dan karakter generasi muda. Konsep perpustakaan bergerak ini memberikan akses yang mudah kepada anak-anak dan remaja untuk menikmati berbagai jenis bacaan berkualitas yang mungkin tidak tersedia di daerah mereka.
Koleksi buku yang disediakan dalam Rail Library sangat beragam, mulai dari buku cerita anak-anak yang menarik, ensiklopedia yang informatif, hingga materi pembelajaran digital yang interaktif. Pemilihan koleksi ini disesuaikan dengan kebutuhan dan minat anak-anak di berbagai tingkat usia, sehingga setiap pengunjung dapat menemukan bacaan yang sesuai dengan mereka. Keberagaman koleksi ini juga membantu mengembangkan wawasan anak-anak tentang berbagai topik dan bidang ilmu pengetahuan.
Atmosfer yang diciptakan dalam Rail Library sangat kondusif untuk kegiatan membaca dan belajar. Desain interior yang ceria dan ramah anak, pencahayaan yang cukup, dan pengaturan tempat duduk yang nyaman membuat anak-anak betah berlama-lama di dalamnya. Aktivitas membaca yang biasanya dianggap membosankan oleh sebagian anak berubah menjadi kegiatan yang menyenangkan dan dinanti-nantikan. Hal ini membantu menumbuhkan minat baca yang akan bermanfaat sepanjang hidup mereka.
“Kesehatan jasmani dan kecerdasan rohani adalah bekal penting bagi masyarakat. Karena itu, di daerah tertentu Rail Clinic kami lengkapi dengan Rail Library, agar manfaatnya semakin luas: memberikan layanan kesehatan sekaligus menumbuhkan budaya literasi generasi muda,” ungkap Anne Purba, Vice President Public Relations KAI. Inisiatif Rail Library ini membuktikan bahwa investasi dalam literasi adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.
(Redaksi)

