22 Oktober 2026 – Langkah nyata dalam membenahi infrastruktur transportasi dan mengurai titik kemacetan krusial di wilayah ibu kota terus diakselerasi. Pembangunan jalan layang yang telah lama dinantikan oleh masyarakat kini mulai memasuki babak akhir penyelesaian. Pengawasan ketat secara berkala pun dilakukan oleh jajaran legislatif guna memastikan seluruh proses pengerjaan berjalan lancar, berkualitas, serta memenuhi standar keamanan bagi para pengguna jalan.
Anggota Komisi DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek pembangunan Flyover Latumenten yang berlokasi di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Peninjauan lapangan ini bertujuan untuk memverifikasi secara langsung progres pengerjaan fisik struktur sepanjang 800 meter tersebut yang dilaporkan telah mencapai angka 83 persen. Hasil pengecekan teknis menunjukkan bahwa realisasi pembangunan di lapangan telah berjalan sejalan dengan laporan yang disampaikan oleh pihak kontraktor pelaksana.
Pengerjaan proyek infrastruktur ini ditargetkan tuntas sepenuhnya pada bulan Desember agar dapat segera diresmikan serta dioperasikan untuk masyarakat umum pada awal tahun mendatang. Kendati tim pelaksana sempat menghadapi tantangan teknis berupa keterbatasan area kerja yang relatif sempit, seluruh tahapan konstruksi dipastikan tetap berjalan aman tanpa hambatan yang berarti. Keberadaan jalan layang ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang publik yang ramah disabilitas, seperti halte transportasi terpadu dan jembatan penyeberangan yang dilengkapi empat unit lift.
Rencana pengoperasian jalan layang ini disambut hangat oleh warga setempat yang selama ini harus menghadapi kemacetan parah akibat perlintasan sebidang kereta api. Kehadiran infrastruktur baru ini diyakini mampu memangkas waktu tempuh, meningkatkan keselamatan berkendara, serta mempermudah mobilitas harian warga di kawasan Grogol Petamburan dan sekitarnya. Pengawasan berkala dipastikan akan terus dilakukan hingga jalan layang tersebut siap digunakan secara aman oleh publik. (redaksi)

