16 Oktober 2026 – Dedikasi tanpa batas dari seorang pendidik kembali menginspirasi publik dari pelosok negeri. Di tengah keterbatasan akses dan fasilitas, seorang guru sekolah dasar berinisiatif menghadirkan solusi nyata bagi anak-anak didiknya yang kerap menahan lapar saat menuntut ilmu. Aksi mulia ini membuktikan bahwa keterbatasan geografis tak menjadi penghalang untuk memberikan perhatian mendasar bagi generasi penerus bangsa.
Kisah inspiratif ini datang dari Muh Najib, seorang guru di SD Kecil Terpencil Ogolau yang terletak di Desa Tibo, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Medan jalan yang curam serta keharusan menyeberangi tiga aliran sungai tak melunturkan semangatnya. Setiap hari, Najib menyaksikan perjuangan 52 muridnya yang mayoritas berasal dari keluarga prasejahtera dan terbiasa pergi ke sekolah tanpa mengisi perut terlebih dahulu.
Rasa prihatin Najib memuncak ketika melihat konsentrasi belajar para siswa runtuh setiap kali memasuki pukul sembilan pagi. Banyak dari mereka yang mengeluh lapar dan memohon untuk pulang lebih cepat dari jadwal seharusnya. Berawal dari aksi tak sengaja membagikan buah sirsak yang dipetik dari belakang sekolah lalu mengunggah kehangatan momen tersebut ke media sosial, unggahan Najib rupanya mengetuk hati para dermawan di jagat maya.
Berkat donasi dari para pengikut media sosialnya, Najib mampu menghadirkan porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) mandiri dengan modal Rp5.000 per anak. Menu sederhana berisi nasi kuning, mi, sambal, serta sepotong ikan disiapkan oleh pemilik warung lokal di dekat wilayah tersebut. Kendati pengadaan bahan baku masih terkendala hari pasar dan belum bisa dilaksanakan setiap hari, inisiatif ini terbukti mendongkrak angka kehadiran serta keceriaan murid dalam menyerap pelajaran di sekolah. (redaksi)

