Remaja Hilang Terseret Ombak di Pantai Pererenan Ditemukan Meninggal, Drone Thermal Bantu Proses Pencarian

14 Juni 2026 – Upaya pencarian terhadap seorang remaja yang hilang setelah terseret arus di Pantai Pererenan, Kabupaten Badung, Bali, akhirnya membuahkan hasil pada hari kedua operasi SAR. Korban bernama Christian Jonathan Made Caesar Halawa, berusia 17 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim gabungan berhasil melacak keberadaannya menggunakan teknologi drone thermal. Penemuan tersebut mengakhiri proses pencarian intensif yang melibatkan berbagai unsur penyelamat dari darat maupun laut.

Operasi pencarian kembali dilanjutkan sejak pagi dengan diawali apel koordinasi dan pembagian tugas kepada seluruh personel yang terlibat. Tim SAR gabungan menyusun strategi pencarian dengan membagi area operasi menjadi beberapa sektor. Satu unit perahu karet diterjunkan untuk menyisir perairan di sekitar lokasi korban diduga tenggelam, sementara tim darat melakukan pencarian di sepanjang garis pantai ke arah timur dan barat guna mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus hingga ke pesisir.

Memasuki siang hari, petugas mengerahkan drone thermal untuk memperluas jangkauan pencarian dari udara. Perangkat tersebut diterbangkan ke arah barat daya dari titik awal kejadian. Sekitar 15 menit setelah drone mengudara, operator berhasil mendeteksi keberadaan tubuh korban yang mengapung di permukaan laut. Informasi tersebut segera diteruskan kepada Search and Rescue Unit (SRU) laut yang langsung bergerak menuju koordinat yang telah ditentukan untuk melakukan proses evakuasi.

Korban ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi awal kejadian pada pukul 13.45 Wita. Setelah berhasil dievakuasi dari laut, jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung menuju Rumah Sakit Mangusada untuk penanganan lebih lanjut. Proses evakuasi berlangsung dengan lancar berkat koordinasi yang baik antara seluruh unsur penyelamat yang berada di lapangan.

Peristiwa nahas tersebut bermula pada Sabtu sore ketika Christian berenang bersama dua rekannya di Pantai Pererenan. Saat itu kondisi ombak dilaporkan cukup tinggi sehingga membahayakan aktivitas di perairan. Ketiganya terseret arus laut, namun dua rekannya berhasil selamat. Salah satu korban mampu menyelamatkan diri, sementara seorang lainnya berhasil dievakuasi oleh petugas Balawista yang bertugas di kawasan pantai tersebut. Christian menjadi satu-satunya korban yang sempat dinyatakan hilang hingga operasi pencarian dilakukan.

Laporan mengenai kecelakaan laut itu diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dari aparat kepolisian pada keesokan harinya. Sejak informasi diterima, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian dengan melibatkan berbagai instansi dan organisasi. Selain personel SAR, operasi ini juga didukung oleh kepolisian, BPBD, organisasi komunikasi radio, petugas penjaga pantai, serta keluarga korban yang turut memantau jalannya proses pencarian di lokasi.

Keberhasilan menemukan korban menunjukkan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Penggunaan drone thermal terbukti membantu mempercepat identifikasi posisi korban di tengah luasnya area pencarian di laut. Di sisi lain, peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi gelombang sedang tinggi. Mematuhi peringatan keselamatan dan arahan petugas menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan laut serupa di masa mendatang. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *