Harga Bawang Putih Melonjak di Sejumlah Daerah, Pelemahan Rupiah dan Biaya Logistik Jadi Pemicu

14 Juni 2026 – Kenaikan harga bawang putih mulai menjadi perhatian serius setelah lonjakannya terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Memasuki pekan kedua Juli 2026, komoditas tersebut mengalami kenaikan harga di ratusan kabupaten dan kota, bahkan di beberapa daerah harganya telah menembus Rp100 ribu per kilogram. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap daya beli masyarakat sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan di tengah tekanan ekonomi global.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga bawang putih telah terjadi di 269 kabupaten dan kota atau sekitar 74,72 persen dari seluruh wilayah pemantauan nasional. Cakupan tersebut menjadi yang terluas dibandingkan komoditas pangan lainnya, sehingga pemerintah diminta memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan harga bawang putih dalam beberapa waktu ke depan.

Secara nasional, rata-rata harga bawang putih kini mencapai Rp42.611 per kilogram. Angka tersebut telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah. Kenaikan paling tinggi tercatat di wilayah Papua Pegunungan, di mana harga bawang putih mencapai sekitar Rp100 ribu per kilogram. Selain itu, sejumlah daerah lain juga mengalami lonjakan signifikan, seperti Kabupaten Aceh Selatan dan Gorontalo Utara yang masing-masing mencatat harga sekitar Rp50 ribu per kilogram. Sementara itu, Kabupaten Deiyai di Papua Tengah mencatat harga sekitar Rp79 ribu per kilogram, jauh di atas harga acuan yang berlaku.

Meski harga terus meningkat, penyebabnya bukan berasal dari berkurangnya pasokan impor. Justru sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, volume impor bawang putih mengalami peningkatan cukup besar. Indonesia tercatat mengimpor sekitar 229,76 ribu ton bawang putih atau naik 28,44 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Data tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan pasokan masih relatif terjaga, sehingga faktor lain menjadi penyebab utama melonjaknya harga di tingkat konsumen.

Menurut BPS, salah satu penyebab terbesar kenaikan harga bawang putih adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Karena sebagian besar kebutuhan bawang putih nasional masih bergantung pada impor, pelemahan kurs membuat harga pembelian dari luar negeri menjadi lebih mahal. Dampak tersebut semakin terasa ketika biaya logistik internasional juga mengalami kenaikan sehingga biaya distribusi hingga ke Indonesia ikut membengkak.

Kenaikan ongkos pengiriman internasional dipengaruhi oleh situasi geopolitik yang mengganggu jalur perdagangan global. Penutupan Selat Hormuz menyebabkan perubahan arus distribusi barang dan meningkatnya persaingan penggunaan kapal pengangkut, khususnya kapal berbendera China yang menjadi armada utama pengiriman dari negara produsen bawang putih ke Indonesia. Kondisi tersebut membuat tarif logistik internasional meningkat dan akhirnya berdampak langsung pada harga komoditas di dalam negeri.

Menghadapi kondisi tersebut, Kementerian Perdagangan mulai menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan biaya distribusi. Salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri agar importir dapat mengarahkan kapal pembawa bawang putih langsung menuju pelabuhan utama di kawasan timur Indonesia. Strategi ini diharapkan mampu mempersingkat jalur distribusi sehingga biaya pengangkutan dapat ditekan, terutama untuk wilayah yang selama ini mengalami lonjakan harga paling tinggi.

Apabila distribusi dapat dilakukan secara lebih efisien, pemerintah berharap harga bawang putih di berbagai daerah, khususnya kawasan timur Indonesia, dapat berangsur stabil. Langkah tersebut juga diharapkan mampu menjaga pasokan tetap lancar serta mengurangi tekanan harga yang saat ini masih dirasakan masyarakat. Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan harga sekaligus mengevaluasi kebijakan distribusi agar gejolak harga pangan tidak semakin membebani konsumen. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *