Jakarta, 11 September 2025 – KAI Services menegaskan komitmennya menjaga keamanan transportasi publik dengan menggelar pelatihan Gada Pratama dan Gada Madya. Pelatihan ini diikuti oleh 183 peserta, terdiri dari 146 Gada Pratama dan 37 Gada Madya, dan berlangsung di Kampung Wisata Gowes, Serua, Depok, pada 28 Agustus–2 September 2025.

AKBP Hadi Setiawan, S.H., M.H., selaku inspektur upacara pembukaan, menekankan pentingnya kualitas petugas keamanan dalam menciptakan lingkungan publik yang aman. “Kualifikasi Gada Pratama dan Gada Madya memastikan setiap personel memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan disiplin yang sesuai standar nasional. Dengan kompetensi ini, mereka dapat menjalankan peran tidak hanya sebagai pengaman, tetapi juga sebagai pengelola situasi secara profesional,” ujar Hadi.

Materi pelatihan mencakup kemampuan teknis seperti baris berbaris, drill tongkat, penggunaan borgol, serta pengendalian situasi darurat. Peserta juga dilatih penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), untuk menjaga keamanan petugas dan penumpang.

Selain kemampuan teknis, aspek hospitality dan komunikasi profesional juga diajarkan agar setiap petugas dapat melayani penumpang dengan ramah, sekaligus menjaga citra KAI Services. Materi leadership dan manajemen pengamanan menjadi fokus tambahan bagi peserta Gada Madya, yang dipersiapkan menjadi Danru atau supervisor lapangan.

Nyoman Suardhita, Manager Corporate Communication KAI Services, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya formalitas, melainkan bagian dari strategi memperkuat reputasi perusahaan. “Kami ingin mencetak tenaga keamanan yang menjadi panutan di lapangan—tegas dalam bertindak, humanis dalam pelayanan, dan profesional dalam menjaga integritas perusahaan. Reputasi KAI Services semakin kuat karena didukung SDM yang terlatih sesuai standar nasional dan siap menghadapi berbagai situasi dengan tepat,” ujarnya.

Dengan kompetensi yang diperoleh, KAI Services memastikan layanan keamanan yang modern dan profesional, sehingga pengguna transportasi publik dapat merasa aman dan nyaman selama perjalanan.

Pelatihan ini menjadi fondasi penting untuk membentuk budaya kerja disiplin, tanggap terhadap situasi darurat, dan siap memimpin tim pengamanan secara efektif di stasiun maupun di kereta. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *