Jember, 30 Agustus 2025 – Daerah Operasi 9 Jember mengandalkan 11 unit lokomotif yang setiap hari beroperasi di jalur timur Jawa. Lokomotif-lokomotif ini menjadi penopang utama transportasi kereta api, baik untuk angkutan penumpang maupun barang.
Sebagai tulang punggung perjalanan kereta api, lokomotif dituntut memiliki performa tinggi. Karena itu, perawatan dilakukan secara ketat agar setiap unit selalu siap melayani mobilitas masyarakat. Preventive maintenance dilaksanakan berkala di depo, sementara corrective maintenance dilakukan bila ditemukan kerusakan.
Perawatan rutin mencakup jadwal bulanan hingga tahunan. Sedangkan untuk pemeriksaan lebih besar, lokomotif harus menjalani perawatan di Balai Yasa dengan siklus 24, 48, dan 72 bulanan. Tahapan ini memastikan seluruh sistem bekerja dengan standar keselamatan tinggi.
Tidak hanya mesin, aspek keselamatan masinis juga menjadi perhatian. Batas kebisingan di ruang kabin ditentukan maksimal 85 dBA, agar kondisi kerja tetap aman dan nyaman. Di sisi lain, suara klakson lokomotif diatur dengan standar keras namun tetap terkendali.
Perangkat keselamatan seperti cow hanger merah di bagian depan lokomotif juga menjadi bagian penting. Fungsinya untuk menghalau benda asing di jalur sekaligus memberi tanda visual peringatan kepada masyarakat.
“Lokomotif adalah tulang punggung transportasi berbasis rel. Kami memastikan setiap lokomotif dalam kondisi optimal melalui perawatan ketat, sekaligus menerapkan standar keselamatan tertinggi. Dengan begitu, masyarakat dapat merasakan layanan transportasi kereta api yang selamat, nyaman, dan tepat waktu,” ungkap Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro. (Redaksi)

