2 Juni 2026 – Aksi seorang pria yang diduga melakukan pemalakan terhadap pengendara mobil di kawasan Dago Atas, Kota Bandung, berakhir di tangan aparat kepolisian. Setelah videonya ramai beredar di media sosial dan memicu kecaman publik, pelaku akhirnya berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa tersebut sempat menjadi sorotan karena pelaku secara terang-terangan meminta uang kepada pengendara yang melintas. Tak hanya itu, ia juga diduga mengeluarkan ancaman yang membuat korban merasa terintimidasi. Rekaman video kejadian yang tersebar luas di berbagai platform media sosial pun memicu keresahan masyarakat dan mendorong aparat untuk segera bertindak.
Aksi Pemalakan Terekam Kamera
Insiden tersebut terjadi di kawasan Dago Atas, salah satu jalur wisata yang cukup ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan. Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria menghentikan kendaraan dan berinteraksi dengan pengemudi mobil yang menggunakan pelat nomor luar daerah.
Pria tersebut tampak tidak mengenakan baju dan hanya menggunakan syal yang melingkar di lehernya. Ia kemudian menanyakan asal pengendara sebelum meminta sejumlah uang dengan alasan untuk menjamin keamanan perjalanan korban selama berada di wilayah tersebut.
Situasi menjadi semakin tegang ketika pelaku diduga melontarkan ancaman apabila permintaannya tidak dipenuhi. Ucapan yang terekam dalam video itu menuai banyak reaksi dari masyarakat karena dinilai mencerminkan tindakan premanisme yang meresahkan.
Pelaku juga disebut tidak menentukan nominal tertentu dan membiarkan korban memberikan uang sesuai keinginan. Namun cara penyampaiannya yang disertai tekanan membuat banyak warganet menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pemalakan.
Viral Usai Perayaan Juara Persib
Kasus ini mencuat di tengah suasana euforia perayaan gelar juara Persib Bandung musim 2025/2026. Ramainya aktivitas masyarakat di sejumlah titik Kota Bandung saat itu membuat video kejadian cepat menyebar dan menjadi perbincangan luas.
Banyak warganet menyayangkan tindakan tersebut karena dinilai dapat mencoreng citra Kota Bandung sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Tidak sedikit pula yang meminta aparat segera mengambil tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang.
Sorotan publik yang semakin besar membuat kasus ini menjadi perhatian aparat kepolisian setempat. Penelusuran dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku berdasarkan rekaman video yang beredar.
Polisi Bergerak Cepat
Menindaklanjuti laporan dan informasi yang berkembang di masyarakat, kepolisian segera melakukan penyelidikan. Hasilnya, pria yang diduga melakukan aksi pemalakan tersebut berhasil diamankan.
Setelah ditangkap, pelaku dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan. Dalam dokumentasi yang beredar, pria tersebut terlihat memasuki ruang pemeriksaan dengan pengawalan petugas.
Penyidik kemudian melakukan pendalaman terkait kronologi kejadian, motif tindakan pelaku, serta kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Polisi juga mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti pendukung guna melengkapi proses penyelidikan.
Premanisme Jadi Sorotan
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya upaya pemberantasan aksi premanisme yang masih terjadi di ruang publik. Tindakan intimidasi terhadap pengendara maupun wisatawan tidak hanya menimbulkan rasa takut, tetapi juga dapat merusak citra suatu daerah.
Pengamat keamanan menilai respons cepat aparat dalam menangani kasus seperti ini sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Terlebih, kawasan wisata dan jalur publik harus menjadi tempat yang nyaman bagi siapa pun tanpa adanya ancaman ataupun pungutan liar.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan tindakan serupa di lapangan. Dokumentasi dan laporan dari warga sering kali menjadi informasi penting yang membantu aparat mengungkap pelaku dalam waktu singkat.
Dengan diamankannya pria yang videonya viral tersebut, masyarakat berharap kasus ini menjadi pelajaran sekaligus peringatan bahwa segala bentuk tindakan pemalakan dan intimidasi di ruang publik tidak akan ditoleransi. Proses hukum dan penyelidikan yang sedang berjalan diharapkan dapat memberikan kepastian serta efek jera bagi pelaku maupun pihak lain yang berniat melakukan tindakan serupa. (Redaksi)

