22 April 2026 – Akhir pekan di Spanyol menjadi momen penting bagi Veda Ega Pratama untuk kembali menunjukkan potensinya di ajang Moto3. Setelah hasil kurang memuaskan di seri sebelumnya, pembalap muda andalan Honda Team Asia itu kini menatap GP Spanyol 2026 dengan tekad bangkit, sekaligus membawa kembali performa terbaiknya.
Balapan yang akan digelar di Sirkuit Jerez bukanlah tempat asing bagi Veda. Justru, trek ini menyimpan kenangan penting dalam perjalanan kariernya. Sebelumnya, ia pernah tampil di sana saat mengikuti Red Bull Rookies Cup, yang menjadi salah satu ajang pembinaan bagi pembalap muda menuju level dunia.
Pada penampilan perdananya di Jerez tahun 2024, Veda masih dalam tahap adaptasi. Ia menyelesaikan balapan pertama di posisi ke-11, sementara balapan kedua tidak berhasil ia tuntaskan. Namun, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk musim berikutnya.
Perkembangan signifikan terlihat pada musim 2025. Veda tampil lebih kompetitif dan berhasil meraih podium ketiga di salah satu balapan. Bahkan, ia sempat mencatatkan waktu lap tercepat, sebuah pencapaian yang menunjukkan peningkatan performa dan kematangannya sebagai pembalap muda. Meski kembali mengalami kendala di balapan lainnya, hasil tersebut tetap menjadi catatan positif.
Kini, dengan pengalaman yang lebih matang, Veda kembali ke Jerez dengan tantangan berbeda. Ia sudah menjajal lintasan tersebut menggunakan motor NSF250RW, motor yang digunakan di kelas Moto3. Dalam sesi uji coba, ia mencatatkan waktu terbaik yang menjadi dasar evaluasi untuk peningkatan performa di balapan sesungguhnya.
Musim ini sendiri berjalan cukup dinamis bagi Veda. Ia sempat menunjukkan performa menjanjikan dengan finis di posisi lima besar di GP Thailand dan meraih podium ketiga di GP Brasil. Namun, hasil kurang memuaskan terjadi di GP Amerika Serikat setelah mengalami insiden yang membuatnya gagal menyelesaikan balapan.
Kegagalan tersebut tidak membuatnya terpuruk. Selama jeda kompetisi, Veda memanfaatkan waktu untuk berlatih dan melakukan evaluasi bersama tim. Fokus utama diarahkan pada peningkatan konsistensi serta kesiapan mental menghadapi tekanan di lintasan.
Jerez menjadi kesempatan ideal untuk membuktikan hasil kerja keras tersebut. Karakter sirkuit yang teknis menuntut keseimbangan antara kecepatan dan presisi, sesuatu yang sudah cukup dikenali oleh Veda dari pengalaman sebelumnya.
Lebih dari sekadar balapan, seri ini menjadi ujian penting bagi pembalap asal Gunungkidul itu. Dengan kombinasi pengalaman, motivasi, dan tekad untuk bangkit, Veda memiliki peluang untuk kembali bersaing di barisan depan.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana ia memanfaatkan peluang di Jerez. Jika mampu mengulang bahkan melampaui pencapaian sebelumnya, bukan tidak mungkin Veda Ega Pratama akan kembali mencatatkan hasil membanggakan di pentas balap dunia. (Redaksi)

