Jakarta, 31 Agustus 2025 – Stasiun Manggarai telah mengalami transformasi signifikan dari sebuah bangunan cagar budaya menjadi pusat integrasi transportasi modern yang strategis di Jakarta. Sejak dibuka pada 1 Mei 1918, stasiun ini terus beradaptasi dengan perkembangan mobilitas masyarakat urban, menyatukan berbagai moda transportasi untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih efisien.
Kini, Stasiun Manggarai melayani 739 perjalanan kereta setiap hari, termasuk 704 perjalanan Commuter Line dan 35 perjalanan jarak jauh. Pertumbuhan pengguna juga meningkat pesat, dengan jumlah penumpang Commuter Line Jabodetabek mencapai lebih dari 5,5 juta pada 2024, dan Commuter Line Bandara yang terus tumbuh setiap tahunnya.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyatakan, “Integrasi antara kereta api, bus, dan moda transportasi lainnya akan menciptakan ekosistem transportasi yang saling melengkapi. Hal ini memberikan solusi perjalanan yang lebih terjangkau, cepat, dan ramah lingkungan bagi masyarakat.”
Tidak hanya sebagai simpul transportasi, Stasiun Manggarai juga menjadi pusat aktivitas ekonomi di sekitarnya. Keberadaan transportasi daring dan UMKM menambah dinamika sosial-ekonomi, memberikan peluang usaha bagi masyarakat lokal. Anne menambahkan, “Stasiun Manggarai kini menjadi simpul perjalanan sekaligus pusat aktivitas ekonomi. Kehadiran transportasi daring dan UMKM di sekitar area stasiun membuka peluang usaha baru, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan penumpang, tetapi juga masyarakat sekitar.”
Jalur utama lain seperti Bogor Line dan Cikarang Line menunjukkan tren kenaikan penumpang yang konsisten. Data terbaru Januari–Juli 2025 mencatat 87,9 juta pengguna Bogor Line dan 48,3 juta pengguna Cikarang Line, menunjukkan pentingnya Manggarai sebagai simpul transportasi utama.
Pengembangan stasiun juga menekankan integrasi first mile hingga last mile, memastikan penumpang dapat berpindah moda transportasi dengan mudah. Akses ke bus, ojek daring, dan transportasi darat lainnya melengkapi konektivitas ini.
Selain itu, modernisasi fasilitas stasiun tidak meninggalkan nilai sejarahnya. Arsitektur cagar budaya tetap dipertahankan, sehingga pengunjung dapat menikmati estetika bersejarah sambil merasakan kenyamanan perjalanan modern.
Transformasi Stasiun Manggarai menjadi pusat transportasi terpadu menunjukkan bagaimana sejarah dan inovasi dapat berjalan seiring. Dengan integrasi moda transportasi dan pertumbuhan ekonomi di sekitarnya, Manggarai kini menjadi titik strategis mobilitas Jakarta. (Redaksi)

