Jakarta, 25 Juli 2025 – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menegaskan ketangguhan portofolio UMKM dengan penyaluran kredit non-KUR tumbuh 9,2% YoY menjadi Rp44,4 triliun pada semester I 2025. Program kemitraan digital dan advisory service untuk nasabah UMKM meningkatkan akses pembiayaan dan efisiensi proses kredit, sekaligus memitigasi risiko.

Direktur Risk Management David Pirzada menyampaikan, “Kami memperkuat sinergi dengan pelaku UMKM melalui digital onboarding dan pendampingan bisnis, sehingga pertumbuhan kredit tetap sehat dengan NPL segmen UMKM di bawah 2%.” BNI juga mengintegrasikan platform riset pasar untuk membantu UMKM memahami tren permintaan.

Dukungan likuiditas dari pertumbuhan CASA 18,7% YoY menjadi Rp647,6 triliun memperkuat pendanaan UMKM. Total DPK semester I mencapai Rp900 triliun (+16,5% YoY). Secara konsolidasi, penyaluran kredit BNI tumbuh 7,1% YoY menjadi Rp778,7 triliun dengan rasio NPL 1,9%, LAR 11,0%, dan CoC 1%.

Laba bersih konsolidasi mencapai Rp10,1 triliun. Keberhasilan pembiayaan UMKM meningkatkan inklusi keuangan dan menambah kontribusi fee-based income BNI. “Pertumbuhan UMKM akan jadi fokus utama dalam mendukung ekonomi nasional dan kinerja berkelanjutan,” tutup Alexandra Askandar. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *