23 April 2026 – Dominasi sejak menit awal berbuah hasil manis bagi Paris Saint-Germain saat menjamu FC Nantes. Bermain di kandang sendiri, tim ibu kota Prancis menunjukkan kelasnya sebagai pemuncak klasemen dengan kemenangan meyakinkan yang mempertegas jarak mereka dari para pesaing.
Bertanding di Parc des Princes, PSG langsung mengambil inisiatif serangan dan mengendalikan jalannya permainan. Penguasaan bola yang mencapai sekitar 70 persen menjadi bukti bagaimana mereka mendikte tempo, sekaligus membatasi ruang gerak Nantes sepanjang pertandingan.
Keunggulan PSG dibuka pada menit ke-13 melalui Khvicha Kvaratskhelia. Gol tersebut lahir dari titik putih setelah wasit menunjuk penalti akibat pelanggaran handball di kotak terlarang. Eksekusi yang tenang membawa tuan rumah unggul lebih dulu dan semakin percaya diri mengembangkan permainan.
Nantes sempat memberikan kejutan ketika berhasil menjebol gawang yang dijaga Matvei Safonov di menit ke-22 lewat Louis Leroux. Namun harapan mereka untuk menyamakan kedudukan sirna setelah tinjauan VAR menyatakan posisi pemain berada dalam kondisi offside.
Alih-alih tertekan, PSG justru semakin agresif. Mereka berhasil menggandakan keunggulan lewat Desire Doue yang memaksimalkan umpan matang dari Achraf Hakimi. Gol tersebut membuat PSG menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol tanpa balas.
Memasuki babak kedua, PSG tidak mengendurkan tekanan. Baru lima menit setelah restart, Kvaratskhelia kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini ia memanfaatkan assist dari Ousmane Dembele untuk mengubah kedudukan menjadi 3-0.
Tertinggal tiga gol membuat Nantes mencoba bermain lebih terbuka. Mereka beberapa kali menciptakan peluang, namun kurangnya efektivitas di lini depan membuat semua usaha tersebut gagal berbuah gol. Di sisi lain, PSG tetap mampu menciptakan sejumlah peluang tambahan, meski tidak ada gol tambahan hingga laga berakhir.
Kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi PSG di puncak klasemen Ligue 1. Dengan koleksi 66 poin dari 29 pertandingan, mereka menjaga jarak dari pesaing terdekat dan semakin dekat dengan gelar juara.
Sebaliknya, hasil ini menjadi pukulan berat bagi Nantes yang masih terjebak di papan bawah. Posisi mereka belum aman dari ancaman degradasi, dengan selisih poin yang cukup signifikan dari batas zona aman. Situasi tersebut menuntut mereka untuk segera bangkit jika ingin tetap bertahan di kompetisi tertinggi sepak bola Prancis.
Melihat performa kedua tim dalam pertandingan ini, perbedaan kualitas terlihat jelas. PSG tampil efisien, terorganisir, dan tajam di depan gawang, sementara Nantes masih harus berjuang menemukan konsistensi di saat-saat krusial musim. (Redaksi)

