17 Mei 2026 – Drama tersaji dalam lanjutan Super League saat Persija Jakarta menghadapi Persik Kediri. Bermain di kandang lawan bukan hal mudah bagi Macan Kemayoran, terlebih mereka sempat tertinggal lebih dahulu. Namun mental bertanding dan efektivitas serangan membuat tim ibu kota mampu membalikkan keadaan dan pulang dengan kemenangan penting.
Laga yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Sabtu (16/5), menyajikan pertandingan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Kedua tim tampil terbuka dan sama-sama memperlihatkan ambisi besar untuk meraih poin penuh. Persik Kediri yang tampil di depan pendukung sendiri mencoba mengambil inisiatif lebih dulu, sementara Persija mengandalkan penguasaan bola dan membangun serangan secara bertahap.
Sejak awal pertandingan, duel berlangsung cukup seimbang. Persik beberapa kali mengandalkan skema serangan cepat untuk menembus pertahanan Persija. Strategi itu akhirnya membuahkan hasil ketika pertandingan memasuki menit ke-24.
Gol pembuka lahir dari skema bola udara yang dieksekusi dengan baik. Gomez melepaskan umpan lambung ke dalam area penalti yang mengarah tepat ke Jose Enrique. Penyerang tersebut berhasil menyambut bola dengan sundulan akurat tanpa pengawalan berarti di depan gawang.
Bola meluncur mulus dan membawa Persik unggul lebih dahulu. Gol itu juga menambah koleksi Jose Enrique menjadi 13 gol di Super League musim ini.
Keunggulan tuan rumah sempat membuat suasana Stadion Brawijaya bergemuruh. Namun Persija tidak membutuhkan waktu lama untuk memberikan respons.
Hanya dua menit setelah kebobolan, Macan Kemayoran langsung membalas.
Serangan yang dibangun Persija berakhir dengan umpan matang dari Jordi Amat ke area berbahaya. Hannan yang berdiri dalam posisi ideal sukses menanduk bola dan mengubah skor menjadi 1-1.
Gol cepat tersebut membuat ritme pertandingan semakin meningkat. Persija mulai lebih dominan dalam penguasaan bola dan beberapa kali mencoba menekan lini belakang Persik.
Meski demikian, Persik tetap berbahaya melalui serangan balik. Kecepatan transisi permainan mereka sempat merepotkan lini pertahanan tim tamu.
Hingga babak pertama berakhir, skor tetap bertahan imbang 1-1.
Memasuki babak kedua, Persija terlihat bermain dengan intensitas lebih tinggi. Tim asuhan Macan Kemayoran mulai lebih berani menekan dan memanfaatkan sisi lapangan untuk membongkar pertahanan lawan.
Tekanan demi tekanan akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-63.
Gustavo menjadi aktor utama dalam proses kebangkitan Persija. Memanfaatkan bola di area tiang jauh, ia sukses menanduk bola ke gawang dan membawa timnya berbalik unggul 2-1.
Gol tersebut menjadi momentum penting yang mengubah arah pertandingan.
Persik yang sebelumnya cukup nyaman mulai kehilangan keseimbangan permainan. Situasi itu dimanfaatkan Persija untuk terus menambah tekanan.
Hanya dua menit berselang, Gustavo kembali menunjukkan ketajamannya.
Kali ini gol lahir melalui skema serangan cepat. Witan melepaskan umpan terobosan yang membelah pertahanan Persik. Gustavo bergerak cepat menyambut bola sebelum menuntaskan peluang dengan penyelesaian yang efektif.
Gol kedua Gustavo sekaligus memastikan dirinya mencetak brace dalam pertandingan tersebut.
Skor berubah menjadi 3-1 dan Persija semakin nyaman mengendalikan permainan.
Di sisa waktu pertandingan, Persik mencoba bangkit dan memperkecil ketertinggalan. Namun pertahanan Persija tampil disiplin dan mampu meredam berbagai ancaman yang datang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol tercipta.
Kemenangan ini membuat Persija tetap bertahan di posisi ketiga klasemen sementara Super League dengan raihan 68 poin dari 33 pertandingan.
Sementara Persik Kediri harus puas tertahan di posisi ke-12 dengan koleksi 39 poin.
Bagi Persija, hasil ini menjadi modal penting menjelang berakhirnya musim. Selain menunjukkan daya juang tim saat tertinggal, kemenangan comeback di kandang lawan juga memperlihatkan bahwa Macan Kemayoran masih memiliki konsistensi untuk bersaing di papan atas.
Di sisi lain, Persik harus segera melakukan evaluasi. Sempat unggul lebih dahulu namun gagal mempertahankan momentum menjadi catatan yang perlu diperbaiki jika ingin menutup musim dengan hasil lebih baik. (Redaksi)

