Jakarta, 4 Desember 2025 – Kesiapan sumber daya manusia menjadi elemen krusial dalam menghadapi periode Angkutan Natal dan Tahun Baru yang menuntut kesiapsiagaan maksimal. KAI menempatkan 2.483 petugas tambahan di lokasi-lokasi strategis sepanjang jalur kereta api untuk mendukung kelancaran operasional dan memberikan respons cepat terhadap situasi yang memerlukan penanganan khusus. Penempatan petugas ini didasarkan pada hasil inspeksi jalur yang dilakukan bersama KNKT pada 2 hingga 4 Desember 2025, yang mengidentifikasi titik-titik yang memerlukan pengawasan intensif selama periode mobilitas tertinggi.

Petugas tambahan ditempatkan di berbagai fungsi strategis termasuk pengawasan jalur, layanan stasiun, penanganan situasi darurat, serta koordinasi operasional. Di segmen jalur yang diidentifikasi sebagai area rawan, petugas ditempatkan untuk melakukan pengawasan visual intensif dan melaporkan kondisi jalur secara berkala kepada Pusat Posko Terpadu Nataru. Di stasiun-stasiun yang diperkirakan akan mengalami lonjakan penumpang tertinggi, petugas tambahan bertugas membantu kelancaran arus penumpang, memberikan informasi, serta memastikan ketertiban dan keselamatan di area stasiun. Distribusi petugas dilakukan secara terukur berdasarkan prediksi volume penumpang dan kompleksitas operasional di setiap lokasi.

Dody Budiawan dari KAI menegaskan bahwa kesiapsiagaan petugas menjadi faktor penentu keberhasilan pelayanan Nataru. Ia menyampaikan bahwa seluruh petugas, baik yang regular maupun tambahan, telah menjalani briefing dan pelatihan khusus untuk menghadapi situasi yang mungkin terjadi selama periode mobilitas tinggi. “Keselamatan adalah prinsip tanpa kompromi. Setiap perjalanan harus dipastikan aman. Selain itu, pelayanan harus maksimal dan seluruh petugas wajib siap siaga. Setiap temuan di lapangan harus ditindaklanjuti saat itu juga. KAI harus menjadi perusahaan yang dapat dipercaya dan diandalkan,” tegasnya. Dody menambahkan bahwa kedisiplinan dan profesionalisme petugas akan diuji selama periode Nataru sebagai momentum untuk menunjukkan komitmen melayani masyarakat.

Selain petugas, KAI juga menyiapkan peralatan pendukung operasional termasuk 19 lokomotif cadangan, 17 kereta pembangkit, dan 3 crane yang ditempatkan di lokasi strategis. Peralatan ini berfungsi sebagai cadangan jika terjadi situasi darurat yang memerlukan evakuasi atau penanganan teknis di lapangan. Koordinasi antara petugas lapangan dengan Pusat Posko Terpadu Nataru melalui sistem komunikasi terintegrasi memastikan bahwa setiap situasi dapat ditangani dengan cepat dan efektif. Melalui kesiapan sumber daya manusia dan peralatan yang komprehensif ini, KAI dan KNKT memastikan bahwa seluruh aspek operasional siap menghadapi tantangan periode mobilitas tertinggi dengan tingkat kesiapsiagaan maksimal.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *