18 November 2025 – Musim MotoGP 2025 menjadi perjalanan yang jauh dari harapan bagi pebalap KTM, Pedro Acosta. Datang dengan ambisi besar untuk menantang dominasi Ducati dan bersaing dalam perebutan gelar juara dunia, Acosta justru harus menghadapi kenyataan pahit. Ia mengaku sangat kecewa dengan pencapaiannya sepanjang musim dan menilai performanya hanya layak diberi angka 5.

Pedro Acosta menutup musim di posisi kelima klasemen MotoGP dengan total 307 poin. Jaraknya dari sang juara dunia Marc Marquez cukup mencolok, yakni 238 poin. Sementara dari Alex Marquez yang finis sebagai runner up, Acosta tertinggal 160 poin. Perbedaan besar ini menjadi gambaran bahwa pebalap muda tersebut kesulitan menjaga konsistensi di tengah persaingan sengit para rider papan atas.

Yang membuat musim ini semakin mengecewakan bagi Acosta adalah absennya kemenangan. Sepanjang musim 2025, ia tidak berhasil meraih satu pun podium tertinggi. Pencapaian terbaiknya hanya finis kedua sebanyak lima kali, terdiri dari tiga balapan grand prix di Hungaria, Mandalika, dan Malaysia, serta dua sprint race di Ceko dan Valencia. Padahal sebagai rider yang dipromosikan ke tim pabrikan KTM, ekspektasi untuk menunjukkan peningkatan sangatlah tinggi.

Acosta sebenarnya berharap bisa menjadi pesaing utama Ducati sejak awal musim. Namun kenyataan berkata lain. Paruh pertama musim berjalan berat bagi dirinya dan tim, membuat upaya mengejar ketertinggalan semakin sulit. Ia mengungkapkan bahwa performanya yang tidak stabil sejak balapan-balapan awal membuat musim ini terasa semakin berat.

“Nilai 5, kami memang ada peningkatan, tetapi kami berjuang tanpa hasil yang nyata,” ujar Acosta dalam penuturan yang menunjukkan rasa frustrasinya. “Ketika bergabung dengan KTM, aku sudah menyampaikan bahwa targetku adalah bersaing untuk gelar juara dunia. Tetapi pada akhirnya, apa yang kami perjuangkan? Tidak ada hasil yang sepadan.”

Acosta juga melihat bagaimana awal musim yang kurang meyakinkan membuat kepercayaan dirinya sempat goyah. “Cara kami memulai musim… sebelum Jerez aku finis ke-11, jadi sebenarnya bukan comeback yang buruk. Kami sempat memiliki kesempatan menemukan ritme yang konsisten untuk bertahan di lima besar, tapi nyatanya kami masih punya banyak kekurangan.”

Lebih jauh, ia mengaku datang ke MotoGP dengan impian besar untuk menjadi penantang gelar. Sayangnya, musim 2025 belum memberinya kesempatan untuk menunjukkan potensi maksimal tersebut. “Aku datang ke kejuaraan ini dengan impian bisa bertarung di papan atas, tapi kenyataannya kami belum bisa mencapainya. Kami memang meraih beberapa hasil yang baik, tetapi itu jelas belum cukup.”

Musim 2025 menjadi pelajaran penting bagi Pedro Acosta dalam perjalanan kariernya di MotoGP. Dengan bakat besar dan tekad yang kuat, ia tentu masih memiliki waktu untuk bangkit dan mewujudkan ambisinya di musim-musim mendatang. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *