Jakarta, 7 Agustus 2025 – Perayaan HUT ke-356 Kota Padang melalui Festival Telong-Telong semakin semarak dengan hadirnya replika lokomotif legendaris “Mak Itam” yang dibawa oleh KAI Divre II Sumatera Barat. Kehadirannya menjadi magnet utama dalam pawai budaya malam yang digelar Rabu (6/8).

Mak Itam dulunya adalah lokomotif uap andalan untuk mengangkut batu bara dari tambang Ombilin, Sawahlunto, ke pelabuhan. Meski sudah tidak beroperasi, kisahnya tetap hidup sebagai warisan budaya yang dijaga oleh KAI.

Replika Mak Itam yang dibawa KAI dibuat dengan detail presisi, lengkap dengan warna hitam legam dan lampu kuning keemasan. Desainnya tidak hanya menonjolkan bentuk fisik, tetapi juga membangkitkan nuansa sejarah yang kental.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menjelaskan bahwa partisipasi ini adalah bentuk dukungan terhadap identitas budaya kota. “Kereta api bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga bagian dari wajah kota dan identitas budaya. Melalui replika ini, kami ingin merayakan HUT Kota Padang dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan penuh makna,” katanya.

Festival Telong-Telong sendiri telah lama menjadi ikon budaya Kota Padang. Pawai malam ini selalu menghadirkan berbagai kreativitas masyarakat, mulai dari kostum unik hingga replika bersejarah.

Kehadiran Mak Itam membuat suasana semakin meriah. Warga dan wisatawan terlihat antusias berfoto, sementara musik dan sorak-sorai menambah semangat perayaan.

KAI bekerja sama dengan komunitas kreatif lokal untuk membangun replika ini. Kolaborasi ini membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan secara gotong royong.

Selain menjadi hiburan, Mak Itam juga berperan sebagai pengingat sejarah bagi generasi muda. Cerita tentang kejayaan perkeretaapian masa lalu kembali mencuat melalui festival ini.

Antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa pelestarian budaya memiliki tempat penting di hati warga. Pawai malam ini tidak hanya merayakan ulang tahun kota, tetapi juga menguatkan ikatan sosial.

“Semoga kehadiran KAI selalu memberi kontribusi positif, tidak hanya dalam mobilitas masyarakat, tapi juga dalam membangun karakter dan kebanggaan kota,” tutup Reza. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *