Jakarta, 23 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengembangkan sistem manajemen krisis yang komprehensif untuk menangani berbagai situasi darurat yang mungkin terjadi di area bermain anak di 35 stasiun. Sistem ini dirancang untuk memastikan respons cepat dan efektif dalam menghadapi berbagai skenario, mulai dari insiden medis ringan hingga situasi darurat yang lebih serius.
Protokol manajemen krisis meliputi prosedur tanggap darurat yang terstandar, tim respons cepat yang terlatih, jalur komunikasi yang jelas dengan layanan medis dan keamanan, serta sistem evakuasi yang aman untuk anak-anak. Simulasi rutin dilakukan untuk memastikan semua petugas memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam situasi darurat.
Sistem manajemen krisis telah diimplementasikan di seluruh lokasi area bermain anak, termasuk Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Yogyakarta, Solo Balapan, Surabaya Gubeng, Malang, Medan, Kertapati, Lubuk Linggau, dan Tanjung Karang. Peralatan darurat dan kotak P3K khusus anak tersedia di setiap lokasi, serta jalur komunikasi langsung dengan fasilitas medis terdekat.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menjaga keselamatan. “Kami ingin stasiun tidak hanya berfungsi sebagai titik keberangkatan, tetapi juga sebagai ruang publik yang nyaman bagi semua. Anak-anak bisa bermain, orang tua dapat beristirahat, dan pelanggan merasa lebih betah berada di stasiun,” katanya, menegaskan bahwa sistem manajemen krisis yang solid memberikan ketenangan pikiran kepada pengguna fasilitas.
(Redaksi)

