12 Mei 2026 – Madura United pulang dengan kekecewaan besar setelah gagal mempertahankan keunggulan saat menghadapi Bhayangkara FC dalam lanjutan Super League 2025/2026. Sempat memimpin lebih dulu, Laskar Sape Kerrab justru tumbang 1-3 dalam laga yang berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda.
Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Madura United yang tengah berjuang menjauh dari zona degradasi. Dengan kompetisi yang tinggal menyisakan dua pertandingan, tekanan kini semakin besar bagi tim asal Pulau Madura tersebut.
Datang dengan kebutuhan mendesak untuk meraih poin, Madura United sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup menjanjikan. Tim tamu tampil agresif sejak menit awal dan langsung mengejutkan Bhayangkara FC lewat gol cepat.
Baru lima menit laga berjalan, Jordy Wehrmann sukses membawa Madura United unggul 1-0. Gelandang tersebut memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan dan menyelesaikan peluang dengan baik untuk membuka keunggulan Laskar Sape Kerrab.
Gol cepat itu sempat membuat Madura United berada di atas angin. Mereka mencoba mengontrol permainan dan bertahan cukup disiplin sepanjang babak pertama.
Di sisi lain, Bhayangkara FC berusaha bangkit dan perlahan mulai menemukan ritme permainan mereka. Tim tuan rumah meningkatkan intensitas serangan dan beberapa kali mencoba membongkar pertahanan Madura United.
Meski mendapat tekanan, Madura United mampu menjaga keunggulan hingga turun minum. Namun situasi berubah drastis pada babak kedua.
Bhayangkara FC tampil jauh lebih agresif setelah jeda. Tekanan demi tekanan terus diberikan hingga akhirnya mereka berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-62.
Ryo Matsumura menjadi sosok yang menghidupkan harapan tuan rumah. Pemain asal Jepang tersebut sukses memanfaatkan peluang di depan gawang dan membuat skor berubah menjadi 1-1.
Gol penyama kedudukan itu langsung mengubah momentum pertandingan. Bhayangkara FC semakin percaya diri, sementara Madura United mulai kehilangan konsentrasi permainan.
Hanya empat menit setelah gol pertama, Bhayangkara FC berhasil membalikkan keadaan. Bernard Doumbia mencetak gol kedua untuk tim tuan rumah dan membuat Madura United semakin tertekan.
Situasi menjadi semakin sulit bagi Laskar Sape Kerrab yang terlihat kesulitan keluar dari tekanan Bhayangkara FC. Upaya untuk mencari gol balasan tidak berjalan efektif karena lini serang mereka gagal memanfaatkan peluang yang ada.
Ketika Madura United mencoba bermain lebih terbuka di menit-menit akhir, Bhayangkara FC justru berhasil memastikan kemenangan melalui gol Moussa Sidibe pada menit ke-87.
Gol tersebut menutup pertandingan dengan skor 3-1 untuk kemenangan Bhayangkara FC sekaligus memastikan tiga poin penting bagi tim tuan rumah.
Hasil ini membawa Bhayangkara FC naik dengan koleksi 50 poin dan menempati posisi ketujuh klasemen sementara Super League. Kemenangan tersebut juga memperlihatkan konsistensi mereka dalam menjaga performa menjelang akhir musim.
Sementara itu, situasi Madura United semakin mengkhawatirkan. Kekalahan ini membuat mereka tetap tertahan di posisi ke-15 dengan 32 poin.
Posisi tersebut belum aman dari ancaman degradasi karena Madura United hanya unggul empat poin dari Persis Solo yang berada di zona merah.
Dengan hanya dua pertandingan tersisa musim ini, persaingan untuk bertahan di Super League dipastikan akan berlangsung sangat ketat. Madura United kini berada dalam tekanan besar karena kesalahan kecil bisa berujung fatal.
Kegagalan mempertahankan keunggulan saat melawan Bhayangkara FC juga menjadi sorotan utama. Setelah tampil cukup baik di awal pertandingan, performa mereka menurun drastis pada babak kedua.
Lini pertahanan yang mulai kehilangan fokus serta minimnya efektivitas serangan membuat Madura United gagal mempertahankan momentum.
Kini, Laskar Sape Kerrab harus segera bangkit jika tidak ingin nasib mereka ditentukan pada pekan terakhir kompetisi. Setiap poin di dua laga sisa akan menjadi sangat krusial dalam perjuangan mereka menghindari degradasi.
Bagi Bhayangkara FC, kemenangan comeback ini menjadi bukti karakter kuat tim dalam menghadapi tekanan pertandingan. Sementara bagi Madura United, kekalahan di Stadion Sumpah Pemuda menjadi peringatan serius bahwa perjuangan mereka untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia masih jauh dari selesai. (Redaksi)

