Palembang, 6 Desember 2025 – Menghadapi puncak musim hujan yang berpotensi mengancam stabilitas jalur kereta api, KAI Divre III Palembang meningkatkan langkah keselamatan di seluruh titik rawan. Fokus utama ditujukan pada daerah tanah labil, lokasi rawan longsor, serta jembatan yang memerlukan pengawasan ekstra. Langkah pencegahan dilakukan secara menyeluruh agar perjalanan selama Nataru dapat berlangsung tanpa gangguan.
Pemantauan jalur dilakukan dengan meningkatkan intensitas patroli di lapangan. Petugas diminta memeriksa struktur tanah, elevasi jalur, hingga perubahan kecil pada bantalan rel yang dapat berkembang menjadi ancaman serius. Setiap temuan langsung dicatat dan dilaporkan kepada pusat komando untuk dievaluasi secara cepat.
Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menegaskan bahwa tingginya intensitas curah hujan membuat pengawasan harus dilakukan lebih rinci dan berhati-hati. Ia menyatakan bahwa perusahaan menjalankan pola operasi siaga untuk memperkuat penjagaan jalur selama masa layanan Nataru.
“Cuaca ekstrem bukan sekadar ancaman teknis, tetapi faktor risiko serius terhadap stabilitas jalur kereta api. Karena itu, KAI Divre III Palembang menjalankan pola operasi siaga dengan memperkuat penjagaan jalur. Setiap titik rawan dan pergerakan tanah kami pantau, dan setiap potensi ancaman direspon cepat,” tegas Aida.
Untuk memastikan jalur tetap aman, KAI menyiagakan material darurat melalui AMUS yang membawa karung penahan erosi, ballast, rel bekas, bantalan kayu dan beton, serta perlengkapan teknis lainnya. Material ini digunakan untuk memperkuat jalur atau memperbaiki gangguan ringan yang muncul sewaktu-waktu.
Unit KPJR dan lori dresin pun disiagakan untuk memudahkan mobilisasi perbaikan jalur. Peralatan seperti genset, lampu penerangan, alat bor rel, hingga chainsaw ditempatkan di lokasi strategis agar petugas dapat bergerak cepat menangani gangguan. Mobilisasi cepat menjadi kunci dalam menjaga operasional tetap stabil.
Selain peralatan dan material, peningkatan kapasitas personel lapangan juga menjadi perhatian. Petugas tambahan ditempatkan pada titik-titik rawan untuk memastikan proses monitoring berjalan lebih komprehensif. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari sistem keselamatan berlapis yang diimplementasikan selama musim hujan.
Dengan seluruh persiapan tersebut, KAI Divre III menargetkan perjalanan kereta api selama masa Nataru tetap aman meskipun tantangan cuaca semakin besar. Upaya peningkatan keselamatan jalur rawan ini menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan layanan transportasi di wilayah Sumatera Selatan. (Redaksi)

