Madiun, 24 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun secara resmi meluncurkan program pariwisata tematik “Rail Tour Jawa Timur” pada 30 Oktober 2025. Inisiatif strategis ini merupakan wujud nyata dari komitmen KAI untuk memposisikan dirinya tidak hanya sebagai penyedia jasa transportasi, tetapi juga sebagai pendorong signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Program ini terwujud berkat sinergi yang kokoh antara PT KAI dan dua belas pemerintah daerah (pemda) di Jawa Timur, yang melibatkan secara aktif Dinas Pariwisata (Dispar) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Strategi utamanya adalah memanfaatkan jaringan perkeretaapian sebagai tulang punggung untuk menghadirkan pengalaman wisata yang berkelanjutan, inklusif, dan secara langsung menguatkan sektor UMKM lokal.
Program “Rail Tour Jawa Timur” didesain untuk menawarkan pengalaman perjalanan yang terpadu dan khas. Kereta api dijadikan moda utama yang secara efektif menghubungkan berbagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, khususnya yang berada di wilayah Daop 7 Madiun, dengan menjamin kenyamanan dan kemudahan akses. Inisiatif ini juga mengusung tema “Keliling Dunia Tanpa Paspor,” sebuah narasi yang menekankan bahwa kekayaan potensi lokal Indonesia, khususnya di Jawa Timur, memiliki daya tarik yang setara dengan tujuan wisata global. Melalui fokus pada penguatan UMKM, KAI menargetkan peningkatan transaksi ekonomi daerah hingga 28%.
Rokhmad Makin Zainul, Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, menjelaskan bahwa program ini adalah perwujudan kolaborasi lintas sektor yang sangat dibanggakan, yang mencakup pemerintah daerah, KAI, dan pelaku industri pariwisata lokal. Ia menambahkan bahwa sinergi ini bertujuan memberikan kesan perjalanan yang baru. Perjalanan yang ditawarkan tidak hanya nyaman, tetapi juga sarat akan nilai edukasi, sejarah, dan budaya. Paket-paket wisata yang tersedia sangat beragam, mulai dari Paket Wisata Kota Pecel Madiun, Kota Angin Nganjuk, Kota Santri Jombang, Kota Tua Kediri, Kota Sejuta Pantai Tulungagung, hingga Kota Bumi Bung Karno Blitar, dengan total 8 opsi petualangan.
“Kami berharap sinergi ini dapat memberikan kesan baru bagi masyarakat. Perjalanan tidak hanya nyaman, tetapi juga penuh nilai edukasi, sejarah, dan budaya,” ungkap Zainul dalam keterangan tertulisnya pada Senin (24/11/2025). KAI Daop 7 Madiun bersama para mitra berharap inisiatif ini dapat memicu lahirnya peluang usaha kreatif baru di sekitar stasiun dan destinasi wisata. Lebih dari itu, program ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi kebangkitan pariwisata daerah, menegaskan peran KAI sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Jawa Timur. (Redaksi)

