Jakarta, 6 Agustus 2025 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan pertumbuhan angkutan barang sebesar 15% pada tahun 2029, dengan total volume mencapai lebih dari 122 juta ton. Dari jumlah itu, 111,2 juta ton ditargetkan berasal dari angkutan batu bara, dan sisanya 10,9 juta ton dari komoditas non-batu bara.

Target ambisius tersebut akan dicapai melalui strategi penguatan infrastruktur dan peningkatan simpul logistik, terutama di wilayah Sumatera Selatan. Daerah ini telah menjadi tulang punggung distribusi energi nasional dan akan terus dikembangkan dalam lima tahun ke depan.

“Dengan proyeksi ini, kami ingin terus berinvestasi dan tumbuh bersama industri logistik nasional. Kereta api bukan sekadar sarana angkut, tetapi juga penggerak kemajuan ekonomi yang membawa manfaat nyata bagi banyak orang,” tutur Anne Purba, Vice President Public Relations KAI.

Langkah strategis pertama adalah pembangunan Terminal Tarahan II, yang diperkirakan mampu menyerap 18 juta ton batu bara per tahun. Terminal ini akan melengkapi fasilitas yang ada dan memperluas kapasitas distribusi dari Sumatera Selatan ke wilayah lain di Indonesia.

Selain itu, pengembangan juga dilakukan di Kertapati untuk menambah kapasitas angkut hingga 7 juta ton. Infrastruktur ini dirancang agar dapat menangani lonjakan permintaan energi, terutama dari sektor pembangkit listrik di Jawa dan Bali.

KAI juga mengoptimalkan efisiensi operasional dengan teknologi pelacakan muatan, inspeksi otomatis, serta manajemen SDM yang tersertifikasi. Semua ini diarahkan untuk memperkuat integritas layanan logistik berbasis kereta api.

Dengan jalur rel yang bebas hambatan dan mampu membawa puluhan gerbong dalam satu perjalanan, moda kereta api tetap unggul dibanding moda lain dalam hal volume, efisiensi, dan keberlanjutan.

Melalui langkah-langkah ini, KAI tidak hanya mengejar volume, tetapi juga kualitas dan keandalan layanan, demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *