20 April 2026 – Gemuruh tawa, percikan air di setiap sudut kota, dan arus wisatawan yang tak pernah surut menjadi pemandangan khas saat Songkran berlangsung di Thailand. Tahun 2026, perayaan ini kembali membuktikan dirinya bukan sekadar tradisi budaya, melainkan mesin penggerak ekonomi yang signifikan, khususnya di sektor pariwisata.

Selama periode libur Songkran, pendapatan pariwisata Thailand diproyeksikan melampaui 30 miliar baht atau sekitar Rp 16 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut tidak lepas dari tingginya minat wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, yang menjadikan festival ini sebagai momentum utama untuk berkunjung.

Wisatawan internasional menjadi salah satu kontributor penting. Dalam rentang 11 hingga 15 April, jumlah kedatangan turis asing diperkirakan mencapai sekitar 500 ribu orang. Dari kunjungan tersebut, pemasukan yang dihasilkan mencapai lebih dari 8 miliar baht. Sementara itu, pergerakan wisatawan domestik juga menunjukkan tren positif dengan hampir 6 juta perjalanan, menyumbang lebih dari 22 miliar baht ke perekonomian.

Lonjakan aktivitas ini mencerminkan tingkat kepercayaan wisatawan yang tetap tinggi terhadap Thailand sebagai destinasi liburan. Tidak hanya terkonsentrasi di kota besar, dampak ekonomi dari perayaan Songkran juga dirasakan hingga ke daerah-daerah, memperkuat perputaran ekonomi lokal.

Di ibu kota Bangkok, suasana festival terasa sangat hidup. Kawasan-kawasan populer seperti Silom Road, Siam Square, dan Khao San Road dipadati pengunjung yang menikmati tradisi perang air. Salah satu acara utama, Maha Songkran World Water Festival 2026 yang digelar di Benchakitti Park, berhasil menarik lebih dari seratus ribu pengunjung hanya dalam beberapa hari.

Tidak hanya itu, festival seni seperti Saneh Art by Songkran di Lumpini Park juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi kalangan muda yang ingin menikmati instalasi seni sekaligus berburu pengalaman visual yang unik.

Di luar Bangkok, geliat pariwisata juga terlihat kuat. Ayutthaya tetap menjadi destinasi favorit dengan atraksi perang air bersama gajah yang memadukan unsur hiburan dan tradisi lokal. Wilayah utara dan timur laut pun mencatat peningkatan kunjungan selama periode festival.

Sementara itu, kawasan selatan seperti Songkhla mengalami lonjakan wisatawan, terutama dari Malaysia. Perlintasan di Sadao Border Checkpoint menjadi salah satu titik tersibuk, dengan puluhan ribu wisatawan melintas dalam waktu singkat. Tingkat hunian hotel di wilayah ini pun mencapai sekitar 80 persen, menunjukkan tingginya permintaan selama musim liburan.

Tak hanya perang air, Songkran juga menghadirkan berbagai tradisi yang sarat makna. Wisatawan dapat mengikuti ritual memandikan patung Buddha, parade budaya, hingga prosesi rod nam dam hua sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua dan sesepuh. Kombinasi antara hiburan dan nilai budaya inilah yang membuat festival ini memiliki daya tarik yang kuat di mata dunia.

Secara keseluruhan, performa sektor pariwisata Thailand sepanjang awal 2026 menunjukkan tren yang solid. Dalam periode Januari hingga pertengahan April, jumlah wisatawan mancanegara telah mencapai lebih dari 10 juta kunjungan, dengan kontribusi pendapatan ratusan miliar baht. Peningkatan juga terlihat dalam angka kedatangan mingguan yang terus bertumbuh.

Momentum Songkran kembali menegaskan posisi Thailand sebagai salah satu destinasi festival terkemuka di dunia. Keberhasilan ini tidak hanya ditopang oleh kekayaan budaya, tetapi juga oleh sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat dalam mengemas tradisi menjadi pengalaman wisata yang menarik dan berkelas internasional. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *