Yogyakarta, 22 September 2025 – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api terus digalakkan. PT Railink bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Kulon Progo dan Polsek Kulonprogo menggelar sosialisasi keselamatan di jalur Wates–Kedundang, tepatnya di pintu perlintasan JPL 678 dan 683.

Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan membagikan selebaran keselamatan serta menyampaikan himbauan secara langsung kepada pengendara yang melintas. Langkah ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih konkret mengenai risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.

Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menekankan pentingnya kedisiplinan saat berada di perlintasan. “Patuhi rambu-rambu, tengok kiri-kanan sebelum menyeberang, dan jangan sekali-kali memaksakan diri ketika palang pintu sudah tertutup karena keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Dalam sosialisasi ini, masyarakat juga diingatkan mengenai landasan hukum yang berlaku. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 Pasal 124 mewajibkan setiap pengguna jalan untuk mendahulukan perjalanan kereta api saat berada di perlintasan sebidang.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 114 tentang Lalu Lintas juga menegaskan bahwa pengemudi harus berhenti ketika sinyal berbunyi atau palang pintu tertutup, serta wajib memberikan kesempatan kereta api untuk melintas terlebih dahulu.

Kegiatan edukasi ini menjadi bentuk nyata komitmen Railink dalam mendorong budaya keselamatan. Dengan menggandeng Dishub dan Polsek Kulonprogo, kegiatan dilakukan secara preventif agar risiko kecelakaan dapat ditekan.

Railink juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Dishub dan kepolisian yang telah mendukung penuh program edukasi di lapangan. Kolaborasi lintas instansi dianggap sebagai kunci untuk menciptakan kesadaran kolektif di masyarakat.

Selain fokus pada keselamatan di perlintasan, Railink turut mengingatkan penumpang KA Bandara untuk memesan tiket lebih awal serta menyiapkan waktu perjalanan menuju bandara agar tidak terjebak keterlambatan. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *