Madiun, 30 November 2025 – Menghadapi potensi cuaca ekstrem pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2025, KAI Daop 7 Madiun memperkuat koordinasi dengan BMKG untuk memastikan operasional perjalanan kereta tetap berjalan aman. Koordinasi ini menjadi langkah strategis mengingat wilayah Jawa Timur memasuki periode curah hujan tinggi.
Melalui kerja sama tersebut, Daop 7 menerima pembaruan informasi cuaca secara berkala, termasuk peringatan dini terkait potensi hujan intensitas tinggi, angin kencang, dan kondisi yang dapat memengaruhi stabilitas jalur. Informasi ini menjadi acuan penentuan strategi operasional di lapangan.
Direktur Sarana dan Prasarana KAI, Heru Kuswanto, meninjau kesiapan tim di lapangan dan memastikan seluruh petugas memahami pentingnya respons cepat terhadap perubahan cuaca. Ia turut mengapresiasi penguatan koordinasi antarlembaga dalam menghadapi periode angkutan khusus.
Dalam kunjungan tersebut, Heru kembali menegaskan kesiapan sarana dan prasarana sebagai prioritas utama. “Kami akan memastikan keandalan sarana berjalan dengan baik sesuai SOP yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Daop 7 juga meningkatkan frekuensi pemeriksaan jalur pada titik-titik rawan seperti daerah dengan kontur tanah labil, jembatan, serta lintas yang berpotensi mengalami genangan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem terhadap stabilitas jalur.
Tim lapangan dilengkapi dengan alat pemantauan tambahan, termasuk perangkat pengukur curah hujan dan peralatan untuk memastikan jalur tetap aman dilalui. Peningkatan patroli jalur dilakukan terutama pada malam hari.
Koordinasi dengan BMKG memungkinkan KAI melakukan penyesuaian operasional secara lebih tepat waktu, termasuk pengaturan kecepatan kereta pada kondisi tertentu. Hal ini bertujuan menjaga keselamatan tanpa mengganggu jadwal perjalanan.
Selain itu, komunikasi internal antarunit diperkuat untuk memastikan informasi cuaca dan potensi risiko dapat ditindaklanjuti dengan cepat. Setiap laporan lapangan direspons segera oleh tim pengendali operasi.
Melalui penguatan koordinasi dengan BMKG, Daop 7 optimistis dapat menghadapi tantangan cuaca ekstrem sekaligus menjaga kelancaran perjalanan kereta api selama masa Nataru 2025. (Redaksi)

